Tragis, Bocah 3 Tahun Ini Tewas Tertimpa Pintu Geser di Mal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. REUTERS/Lucas Jackson

    Ilustrasi. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Sektor Genteng, Surabaya, menyelidiki kasus tewasnya Ryan, bocah 3 tahun yang tertimpa sliding door di sebuah restoran di Lantai 3 Grand City Mall, Minggu, 9 Oktober 2016. Saat ini, penyidik sudah memeriksa manajemen restoran tersebut.

    “Setidaknya sudah ada empat orang dari manajemen yang kami mintai keterangan, dari karyawan hingga manajernya,” kata Kepala Polsek Genteng Komisaris Danny Yulianto kepada Tempo di ruangannya, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Danny mengatakan masih menunggu keterangan dari pihak Rumah Sakit Siloam yang menangani jenazah Ryan. Selain itu, penyidik masih menunggu keterangan dari pihak keluarga yang saat ini masih berkabung. “Keluarga meminta waktu hingga selesai proses pemakaman, mungkin minggu depan kami mintai keterangan,” tuturnya.

    Baca juga:
    Terlibat Pembunuhan, 7 Anak Buah Dimas Kanjeng Siap Diadili
    Anggota Parlemen Hong Kong Ucap Sumpah: Tolak Setia ke Cina

    Danny menjelaskan kronologi musibah tersebut. Ryan bermain dekat sliding door rusak yang telah dipasangi tulisan "pintu rusak dalam perbaikan". Namun, karena tidak mengerti maksud tulisan, korban tetap bermain di sekitar sliding door rusak tersebut.

    Tak lama kemudian, pintu geser rusak itu ambruk dan menimpa kepala Ryan. Tubuh bocah itu tersungkur dengan kondisi kepala berdarah. Orang tuanya segera datang menolong dan melarikan ke RS Siloam, namun nyawanya tetap tak terselamatkan.

    Danny memastikan polisi tidak akan memeriksa pihak manajemen Grand City. Alasannya, itu merupakan tanggung jawab penyewa, sehingga tidak ada kaitannya dengan manajemen mal. “Saya kira belum mengarah ke manajemen Grand City, itu berbeda,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.