Lihat Jalan Berlubang di Banjarnegara, Gubernur Ganjar Emosi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berdialog dengan pedagang Pasar Johar terkait rencana pemindahan pedagang ke pasar sementara di kawasan Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah, 30 Maret 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berdialog dengan pedagang Pasar Johar terkait rencana pemindahan pedagang ke pasar sementara di kawasan Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah, 30 Maret 2016. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Banjarnegara - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terlihat emosi saat menemukan ruas jalan provinsi yang berlubang dalam inspeksi mendadak kunjungan kerja di Kabupaten Banjarnegara, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Mengetahui ada jalan berlubang di Dusun Buratan, Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Ganjar langsung turun dari kendaraan dan memanggil petugas Dinas Bina Marga Jawa Tengah yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja.

    "(Petugas) pengawas jalannya enggak jalan ini, enggak boleh ada jalan berlubang seperti ini," kata Ganjar kepada Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jawa Tengah Soehardjito dan Koordinator Pengawas Jalan BPT Wonosobo Sudarman.

    Ganjar kemudian menghubungi petugas pengawas jalan bernama Suripto yang bertugas mengawasi kondisi di ruas jalan yang berlubang tersebut.

    Dari pembicaraan melalui telepon itu, diketahui bahwa Suripto sudah melaporkan temuan jalan berlubang itu secara lisan kepada koordinator pengawas jalan sejak dua minggu lalu, tapi belum ditindaklanjuti.

    Mendengar pengakuan Suripto, Ganjar memberi peringatan keras kepada dua petugas Dinas Bina Marga terkait dengan kinerja jajarannya.

    "Saya peringatkan dengan keras, jangan sepelekan saya. Anda kerja dibayar negara, harus serius. Ini marwah kita kepada rakyat," ujar politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

    Menurut Ganjar, perbaikan ruas jalan yang berlubang tersebut tidak membutuhkan waktu lama.
    "Nambal jalan seperti ini satu hari selesai. Jika belum diperbaiki, beri tanda peringatan agar tidak membahayakan masyarakat," katanya.

    Sebelum meninggalkan lokasi, Ganjar meminta petugas pengawas jalan mengubah prosedur pelaporan jalan rusak, yakni dengan cara tertulis, tidak hanya lisan.

    Sebelumnya, Ganjar menginstruksikan seluruh jajarannya, khususnya Dinas Bina Marga, untuk secepatnya melakukan perbaikan jalan sehingga Provinsi Jawa Tengah bebas jalan rusak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.