Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

6 Bulan 'Nyantri' di Dimas Kanjeng, Rukoyah Lihat 43 Kantong Berisi Uang  

image-gnews
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com
Iklan

TEMPO.CO, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjemput Rukoyah, warganya yang diduga menjadi korban penipuan penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya di Probolinggo, Jawa Timur.

"Rukoyah pulang naik pesawat bersama kepala desa dan camat yang menjemputnya," ucap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu pagi, 12 Oktober 2016.

Perempuan 60 tahun yang tinggal di Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa, ini kemudian bertemu dengan Dedi. Rukayah, yang memiliki empat anak, tinggal selama enam bulan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Rukoyah mengatakan hanya mengikuti pengajian rutin wiridan dan istigasah. Wiridan yang amalannya pun diakuinya tak ada yang aneh dan sudah biasa dilakukannya sebelum berada di padepokan.

“Makanya saya ini bukan korban. Masak, ada sih korban pengajian. Kenapa saya tidak pulang ke sini (Purwakarta), karena saya pulang ke Yogyakarta. Saya kan ada rumah juga di sana," ujar Rukoyah.

Menurut dia, tidak ada yang aneh di Padepokan Dimas Kanjeng. Ketika Taat Pribadi ditangkap polisi, Rukoyah ada di dalam padepokan sedang menonton televisi yang menyiarkan berita itu.

Dia membantah ada praktek penggandaan uang. Namun dia mengaku pernah melihat tumpukan uang yang sangat banyak di padepokan. "Jumlahnya tak kurang dari 43 karung. Juga ada peti-peti besar yang semuanya berisi uang," tuturnya. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan uang itu asli atau palsu.

Dedi sangat menyayangkan lakon hidup yang dialami warganya tersebut. Ia menilai perubahan pola pikir masyarakat yang ingin segera kaya dilakukannya dengan cara-cara yang instan. "Sehingga cara klenik dan mistis jadi jalan keluarnya," katanya.

Bupati Purwakarta ini meminta polisi segera membubarkan padepokan tersebut dan menghentikan semua kegiatannya.

Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah mengidentifikasi ada 74 warga Jawa Barat yang masih tinggal di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 30 di antaranya warga Kabupaten Cianjur yang berasal dari satu desa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Persoalannya, sampai saat ini, mereka tidak mau melapor ke pihak kepolisian setempat," ucap Kepala Divisi Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus kepada media di Kepolisian Resor Subang, Selasa, 11 Oktober 2016.

Sedangkan yang berasal dari Subang ada 14 orang. Namun yang mau melapor hanya satu orang yang berasal dari Pamanukan, Subang. Pelapornya seorang ibu dengan nilai kerugian sekitar Rp 200 juta.

Data yang diperoleh Tempo, warga yang sudah melapor ke Kepolisian Sektor Pamanukan, Subang, adalah Oom, warga Desa Mulyasari, Pamanukan, dengan total setoran Rp 200 juta. Pelapor lain adalah Usman yang menyetor Rp 15 juta dan Abu dengan setoran Rp 15 juta.

Mereka menyetor fulus kepada Taat Pribadi melalui transfer bank atas nama Sultan Agung Suryono. "Para korban itu berasal dari satu keluarga," ujar Kepala Polsek Pamanukan Komisaris Junaidi A.R. pada Jumat, 7 Oktober 2016.

Para korban membawa barang bukti di antaranya sebuah bolpoin tujuh bahasa, kotak kayu berisi puluhan juta dan tiap hari bisa bertambah Rp 4 juta, berbagai jenis paku dan kartu ATM atas nama Padepokan Dimas Kanjeng.

Kepada petugas, Oom menuturkan duit sebesar Rp 200 juta yang disetorkannya ke rekening Taat Pribadi untuk digandakan tersebut merupakan duit pinjaman dari pihak ketiga. "Sekarang total tagihannya mencapai Rp 450 juta berikut bunga," katanya.

NANANG SUTISNA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kementerian Perdagangan Sebut Sektor Penjualan Online Terbanyak Mendapat Keluhan dari Konsumen

6 hari lalu

Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com
Kementerian Perdagangan Sebut Sektor Penjualan Online Terbanyak Mendapat Keluhan dari Konsumen

Kementerian Perdagangan menyebut sektor penjualan online paling banyak dilaporkan keluhan konsumen lantaran banyak penipuan. Selain itu, Kemendag telah menutup setidaknya 223 akun yang diindikasi sebagai penipu.


Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

8 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

Berikut beberapa tips untuk meminimalkan dampak penggunaan media sosial terhadap tingkat stres pada peringatan Bulan Kesadaran Stres.


Dosen di Malaysia Tuding Guru Besar Unas Praktik Penipuan dan Jurnal Predator

11 hari lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Dosen di Malaysia Tuding Guru Besar Unas Praktik Penipuan dan Jurnal Predator

Disebutkan, ada sedikitnya 24 dosen dari Universiti Malaysia Terengganu yang telah dicatut namanya dalam sejumlah makalah Guru Besar Unas ini.


'Crazy Rich' Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati untuk Kasus Penipuan Senilai Rp 200 T

12 hari lalu

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com
'Crazy Rich' Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati untuk Kasus Penipuan Senilai Rp 200 T

Wanita 'Crazy Rich' Vietnam dijatuhi hukuman mati atas perannya dalam penipuan keuangan senilai 304 triliun dong atau sekitar Rp 200 T.


Waspada Penipuan Bermodus Belanja Online Menjelang Lebaran

17 hari lalu

Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com
Waspada Penipuan Bermodus Belanja Online Menjelang Lebaran

Hati-hati penipuan melalui percakapan teks yang mengatasnamakan kurir dalam fitur pesan instan saat menggunakan platform belanja online.


Waspadai 5 Modus Kejahatan di Musim Mudik Lebaran, Penipuan Tiket sampai Modus Geser Tas

18 hari lalu

Ilustrasi pemudik di stasiun Gambir. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Waspadai 5 Modus Kejahatan di Musim Mudik Lebaran, Penipuan Tiket sampai Modus Geser Tas

Berikut beberapa modus kejahatan yang kerap muncul saat musim mudik Lebaran, dari penipuan tiket hingga modus geser tas.


DPR Sebut Nadiem Makarim Lamban dalam Tangani Masalah Ferienjob

20 hari lalu

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (tengah), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti (kedua kanan), Hetifah Sjaifudian (kedua kiri), Dede Yusuf (kanan), dan Abdul Fikri Faqih (kiri) memberikan keterangan pers terkait tragedi Kanjuruhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022. Tragedi Kanjuruhan menewaskan 125 orang dan lebih dari 300 orang terluka. TEMPO/M Taufan Rengganis
DPR Sebut Nadiem Makarim Lamban dalam Tangani Masalah Ferienjob

Menurut Komisi X DPR RI, semestinya Kemendikbudristek memiliki unit reaksi cepat untuk menanggapi permasalahan ferienjob.


Terdakwa Penipuan Tiket Coldplay Ghisca Debora Aritonang Divonis 3 Tahun Penjara

21 hari lalu

Ghisca Debora Aritonang, terdakwa penipuan tiket Coldplay, meninggalkan ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, seusai mendapatkan vonis tiga tahun penjara, pada Rabu, 3 April 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Terdakwa Penipuan Tiket Coldplay Ghisca Debora Aritonang Divonis 3 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Ghisca Debora Aritonang tiga tahun penjara, lebih rendah setahun dari tuntutan jaksa.


Jelang Lebaran, Ini Tips Aman Transaksi Keuangan di Platform Digital

21 hari lalu

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com
Jelang Lebaran, Ini Tips Aman Transaksi Keuangan di Platform Digital

Berikut tips transaksi keuangan di platform digital yang aman dari ancaman tindak kejahatan, terutama menjelang Lebaran seperti sekarang.


Antam Laporkan Mantan Karyawan yang Diduga Melakukan Penipuan Investasi Emas Miliaran Rupiah di Klaten

21 hari lalu

Petugas tengah menunjukkan contoh emas berukuran 1 kilogram di butik Galery24 Salemba, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2024. Mengacu data Antam, tercatat harga untuk emas 0,5 gram adalah Rp649.500, naik Rp3.000 dari harga kemarin.  TEMPO/Tony Hartawan
Antam Laporkan Mantan Karyawan yang Diduga Melakukan Penipuan Investasi Emas Miliaran Rupiah di Klaten

PT Antam telah melaporkan mantan karyawannya yang diduga melakukan penipuan investasi emas ke polisi. Belasan warga Klaten jadi korban.