DPD Mulai Rapat Paripurna Cari Pengganti Irman Gusman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad (kiri) dan GKR Hemas (kanan) memimpin Rapat Paripurna Luar Biasa terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua DPD Irman Gusman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. Paripurna Luar Biasa DPD memutuskan pemberhentian Irman Gusman sebagai Ketua DPD sesuai putusan Badan Kehormatan (BK). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad (kiri) dan GKR Hemas (kanan) memimpin Rapat Paripurna Luar Biasa terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua DPD Irman Gusman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. Paripurna Luar Biasa DPD memutuskan pemberhentian Irman Gusman sebagai Ketua DPD sesuai putusan Badan Kehormatan (BK). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah akhirnya menggelar rapat paripurna luar biasa untuk mencari pimpinan wilayah barat menggantikan Irman Gusman. Sebanyak 12 anggota DPD mendaftarkan diri untuk menjadi calon pimpinan. Irman diganti karena menjadi tersangka suap dan kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Merujuk hasil rapat Panitia Musyawarah DPD, tiap anggota dari wilayah barat diperkenankan untuk mencalonkan diri dengan cara mendaftar. "Kami persilahkan kepada para anggota DPD yang hendak mencalonkan sebagai pimpinan," kata Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2016.

    Rapat pun diskors untuk memberikan kesempatan para calon mendaftarkan diri. Setelah rapat kembali dibuka, muncul 12 nama calon pengganti Irman.

    Mereka adalah Fachrul Rozi (Aceh), Parlindungan Purba (Sumatera Utara), Novi Chandra (Sumatera Barat), Intsiawati Ayus (Riau), Abdul Gafar Usman (Riau), Hardi Slamet Hut (Kepulauan Riau), M. Syukur (Jambi), Ahmad Kannedy (Bengkulu), Mohamad Saleh (Bengkulu), Asmawati (Sumatera Selatan), Hudarni Rani (Bangka Belitung) dan Andi Surya (Lampung).

    Ada perbedaan dari 12 nama yang mendaftarkan hari ini dengan rekomendasi tim kajian DPD yang disampaikan pada pimpinan, kemarin. Sebelumnya, dari 12 nama tersebut terdapat nama senator asal Sumatera Utara Darmayanti Lubis. Namun, ia tidak mendaftarkan diri dan muncul nama Mohammad Saleh dari Bengkulu.

    Ke-12 calon itu kemudian diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misi.  "Tiap anggota pilih satu calon dengan cara memberi lingkaran di depan nama. Kalau ada salah dapat dikoreksi dengan memberi tanda silang," kata Farouk. Saat ini rapat kembali diskors untuk ibadah salat Magrib.

    Irman ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 17 September 2016, dalam operasi tangkap tangan. Dia diduga menerima Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi, untuk pemberian rekomendasi Badan Urusan Logistik agar menambah kuota gula untuk perusahaan itu.

    Sejak penangkapan itu, terjadi pro dan kontra mengenai penghentian Irman. Namun, berdasarkan Pasal 52 pada Tata Tertib DPD, Irman sudah dapat diberhentikan.

    AHMAD FAIZ


  • DPD
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.