OTT Kemenhub, Polisi Disiagakan Pasca-Penangkapan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kapolda Metro Jaya di Kemenhub, 11 Oktober 2016. Tempo/Vindry

    Anggota Kapolda Metro Jaya di Kemenhub, 11 Oktober 2016. Tempo/Vindry

    TEMPO.COJakarta – Pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kepolisian Kepolisian Daerah Metro Jaya di Kementerian Perhubungan, Selasa, 11 Oktober 2016, sejumlah petugas kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Sejumlah pegawai di Kementerian Perhubungan pun tampak lalu lalang dengan tergesa-gesa.

    Sebelumnya, sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang digelar oleh Polda. Penangkapan ini terkait dengan pungutan liar proses perizinan.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dia sudah mendapat laporan dugaan pungli perizinan itu sejak satu bulan menjabat menteri. "Saya mendapat berbagai laporan indikasi pungli di internal Kementerian, khususnya pada bidang pelayanan perizinan," katanya dalam keterangan tertulis hari ini, 11 Oktober 2016.

    Satu ruangan pelayanan di lantai 6 gedung Kementerian Perhubungan sudah dipasangi garis polisi. Pukul 17.52, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar beserta Kepala Bidang Humas Polda Metro Kombes Awi Setiyono tampak memasuki ruangan yang disegel tersebut.

    FAJAR PEBRIANTO | YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.