Maulwi Saelan Bakal Dimakamkan di TMP Kalibata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maulwi Saelan. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Maulwi Saelan. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga besar almarhum Maulwi Saelan berencana memakamkan mantan ajudan Presiden Pertama Sukarno itu di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta Timur. "Besok siang, almarhum akan dimakamkan di TMP, Kalibata,” kata putra keenam Maulwi, Asha Saelan, saat ditemui di rumahnya pada Senin malam, 10 Oktober 2016.

    Maulwi meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada usia 90 tahun. Dia meninggalkan 6 anak, 14 cucu, dan 5 cicit. Saat ini jenazah Maulwi disemayamkan di rumah duka, Jalan Bendungan Jati Luhur Nomor 111, Jakarta Pusat.

    Dia menderita sakit gagal ginjal sejak sebulan lalu. Pada 8 Agustus lalu, dia sempat merayakan ulang tahunnya ke-90 bersama murid-muridnya. Tiga hari kemudian, dia jatuh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah. Lalu dia dipindah ke RSPP hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin pukul 18.30 WIB.

    Menurut Asha, jenazah ayahnya akan dimandikan Senin malam di rumahnya. Esok paginya, jenazah akan disalatkan di Yayasan Syifa Budi, Kemang, Jakarta Selatan. Dia diketahui sebagai pendiri sekolah yang dikenal dengan nama Al-Azhar Kemang tersebut.

    Saat ini di rumah duka, ratusan pelayat telah berdatangan. Mereka kebanyakan kolega Maulwi semasa hidup, termasuk para veteran dan rekan seprofesi dulu di dunia sepak bola. Beberapa anggota Paspampres juga datang melayat.

    Maulwi lahir di Makassar, 8 Agustus 1926. Dia merupakan salah satu tokoh sepak bola Indonesia. Dia terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia pada 1964. Dia menggantikan Abdul Wahab Djojohadikoesoemo. Tiga tahun kemudian, posisi Maulwi digantikan Kosasih Purwanegara.

    Saat masih muda, Maulwi juga dikenal sebagai pemain nasional. Dia bermain sebagai penjaga gawang saat timnas tampil di Olimpiade 1956 yang berlangsung di Melbourne, Australia.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.