Heboh Dimas Kanjeng, Wakil Ketua DPR Fadli Zon: Saya Malu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang, emas batangan dan benda pusaka palsu yang disita dari rumah Almarhum Najemiah salah satu pengikut ajaran Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Makassar, 4 Oktober 2016. Penyidik Polda Jawa Timur bersama Polda Sulsel melakukan pemeriksaan peti berisi emas dan uang palsu yang dikirim Taat Pribadi kepada para pengikutnya di Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    Uang, emas batangan dan benda pusaka palsu yang disita dari rumah Almarhum Najemiah salah satu pengikut ajaran Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Makassar, 4 Oktober 2016. Penyidik Polda Jawa Timur bersama Polda Sulsel melakukan pemeriksaan peti berisi emas dan uang palsu yang dikirim Taat Pribadi kepada para pengikutnya di Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon merasa malu atas munculnya berbagai kasus penipuan penggandaan uang seperti yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo. Menurut dia, pada abad ke-21 saat ini seharusnya masyarakat tidak ditipu dengan isu semacam itu.

    "Sebagai orang Indonesia, saya merasa malu, di negara lain itu enggak ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

    Menurut Fadli, mempercayai hal penggandaan uang secara gaib semacam tersebut sebenarnya tidak rasional. Ia maklum jika hal semacam ini terjadi pada masa lalu. Namun, jika kasus terjadi saat ini, ia merasa heran.

    "Kita percaya juga ada kekuatan gaib, tapi itu kan ada batasnya," ujar Fadli.

    Dimas Kanjeng ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Probolinggo dalam operasi besar-besaran di Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, pada 22 September 2016. Ia pun ditetapkan menjadi tersangka penipuan dan pembunuhan terhadap pengikutnya.

    Dimas Kanjeng dianggap telah melakukan penipuan kepada para pengikutnya. Dimas Kanjeng dipercaya pengikutnya memiliki kemampuan spiritual menggandakan uang secara gaib.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.