Sekjen PDIP: Insiden Al Maidah Tak Turunkan Elektabilitas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menandatangani kontrak politik yang berisi bahwa keduanya sah diusung PDIP dalam pilkada DKI 2017, di Jakarta, 20 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menandatangani kontrak politik yang berisi bahwa keduanya sah diusung PDIP dalam pilkada DKI 2017, di Jakarta, 20 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Blitar – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan insiden dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak akan berdampak pada elektabilitasnya sebagai calon Gubernur DKI. Namun dia meminta Ahok untuk belajar mengendalikan ucapan agar tak memantik kegaduhan.

    Hasto Kristiyanto mengatakan secara pribadi Ahok sudah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang disinyalir menghina umat Islam saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, Jakarta. Di depan para undangan, Ahok sempat mengutip Surat Al Maidah ayat 51 saat menyatakan warga Kepulauan Seribu tak wajib memilih dirinya. “Pak Ahok telah meminta maaf dan tak bermaksud melakukan penistaan,” kata Hasto saat mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin 10 Oktober 2016.

    Sikap Ahok yang meminta maaf ini, menurut Hasto, merupakan tindakan positif sebelum melakukan ziarah ke makam Proklamator di Blitar. Namun demikian insiden tersebut tetap menjadi perhatian partai untuk mengingatkan Ahok jika menjadi pemimpin harus bisa menyatukan dan merangkul semua pihak, serta tidak mengeluarkan hal-hal yang tak ada kaitannya dengan kinerja sebagai pemimpin DKI.

    Hasto juga memastikan bahwa Ahok banyak belajar dari peristiwa tersebut dan menjadi pelajaran berharga sebagai seorang pemimpin. Dia berharap peristiwa ini akan menjadikan Ahok lebih bijaksana lagi dalam melakukan atau menyampaikan sesuatu.

    Disinggung soal dampak pernyataan Ahok terhadap elektablilitasnya dalam pemilihan Gubernur DKI, Hasti menegaskan hal itu tak berdampak sama sekali. Justru sikap Ahok yang apa adanya menunjukkan komitmennya terhadap warga DKI Jakarta dan tak terikat pada pencitraan semata. “Justru dengan ketidaksempurnaan beliau tampil apa adanya,” kata Hasto.

    Dalan kunjungan ke makam Bung Karno ini, Megawati mengajak sejumlah calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah. Selain pasangan Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat, turut hadir pula Rano Karno dan Embay Mulya Syarief yang akan mengikuti pilkada Banten, Hana Hasanah dan Tony Yunus di pilkada Gorontalo, serta Rustam dan Irwansyah yang akan maju di pilkada Bangka Belitung.

    Selain mereka tampak pula sejumlah petinggi partai seperti Hasto Kristiyanto, Achmad Basarah, Eriko Sotarduga, dan Komarudin Watubun. *

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.