Bea Cukai Bebaskan Biaya Reimpor, Asalkan...

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanya untuk barang yang diimpor kembali dengan kualitas sama.

    Hanya untuk barang yang diimpor kembali dengan kualitas sama.

    INFO NASIONAL - Barang yang Anda impor mengalami kerusakan? Jika barang tersebut masih dalam masa garansi, pasti Anda akan memilih memperbaiki barang tersebut di negara produsennya.

    Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah barang yang telah diperbaiki dan dikirim kembali ke tangan Anda akan dikenakan bea masuk? Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Deni Surjantoro punya jawabannya.

    “Dalam istilah perdagangan internasional, kasus tersebut dinamakan barang reimpor atau barang yang diimpor kembali ke Indonesia setelah sebelumnya diekspor,” ujarnya di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

    Deni menambahkan, ketentuan terhadap barang reimpor telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/PMK.04/2007 tentang Pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai atas Impor Kembali Barang yang telah Diekspor.

    “Untuk barang yang diimpor kembali dengan kualitas sama, di mana barang tersebut tidak mengalami proses pengerjaan atau penyempurnaan apapun, maka dapat diberikan pembebasan bea masuk/cukai,” ungkap Deni.

    Barang-barang yang digolongkan dalam kategori ini, di antaranya adalah barang yang dibawa oleh penumpang ke luar negeri, barang keperluan pameran, pertunjukan, perlombaan, dan pengerjaan proyek di luar negeri.

    Sementara untuk barang yang diimpor kembali setelah diperbaiki di luar negeri, akan dikenakan bea masuk atau cukai bila barang tersebut mengalami selain perbaikan dan mengalami peningkatan harga barang dari segi ekonomis, terhadap bagian-bagian pengganti atau ditambahkan, serta biaya perbaikannya, termasuk ongkos angkutan dan asuransi.

    "Dengan catatan, tidak ada perubahan fungsi hakiki terhadap barang tersebut," imbuh Deni.

    Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan mekanisme pengajuan reimpor. Sebelum mengirim barang yang akan diperbaiki, konsumen harus memberitahukan bahwa barang tersebut akan dikirim kembali ke Indonesia, dengan melampirkan bukti garansi barang dan bukti pendukung lainnya, serta dokumen pemberitahuan ekspor barang.

    "Dokumen-dokumen tersebut disampaikan pada petugas Bea Cukai melalui Kantor Pos atau perusahaan jasa titipan yang menangani pengiriman barang tersebut,” jelasnya.

    Petugas Bea Cukai kemudian akan meneliti pengajuan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika persyaratan tersebut dapat dipenuhi, konsumen dapat diberikan pembebasan terhadap barang kirimannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.