Minggu, 22 September 2019

Purwakarta Siapkan Honor Rp 10 Miliar Ustadz dan Pendeta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke 3 BJ Habibie didampingi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meresmikan RS Khusus Ginjal NY RA Habibie di Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Presiden RI ke 3 BJ Habibie didampingi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meresmikan RS Khusus Ginjal NY RA Habibie di Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk menggaji ustad, pendeta, dan guru agama di sekolah negeri maupun swasta. Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan, kebijakan yang berkaitan dengan program "Siswa Purwakarta Mengaji" tersebut sudah disosialisasikan dalam pertemuan dengan para tokoh lintas agama di rumah dinasnya, Senin, 10 Oktober 2016.

    "Alhamdulillah, mereka menyambut baik," ujar Dedi. Para guru yang khusus memberi pelajaran materi alkitab setiap agama resmi di Indonesia, diberikan honorarium Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta setiap orang per bulan.

    Sumber pembiayaan berasal dari pengalihan dana subsidi untuk SMA dan SMK yang terhitung sejak tahun anggaran 2017 sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi. "Dana pemerintah kabupaten itulah yang kami alihkan buat honor guru ngaji," ujarnya.

    Dedi menjamin, keberadaan guru mengaji khusus tersebut tidak akan menggangu mata pelajaran agama yang diajarkan oleh guru agama berstatus PNS atau guru sekolah. "Justru akan saling bersinergi," jelas Dedi.

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta Rasmita Nunung Sanusi menambahkan, khusus buat para siswa yang nonmuslim, yang jika di sekolahnya tidak memenuhi kuota satu rombongan belajar sebanyak 40 orang, akan dihimpun dijadikan satu rombongan belajar dan berhak mendapatkan guru mengaji atau pendeta alkitab dari agama yang dianutnya.

    "Intinya, semua siswa mendapatkan hak yang sama dalam program 'Siswa Purwakarta Mengaji' ini," ujar Rasmita. Ia mengharapkan, program tersebut mampu menciptakan generasi muda yang berkarakter serta memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat.

    Menurut Rasmita, saat ini, di Purwakarta terdapat 582 pengkaji agama yang terdiri dari 551 ustadz, 25 pendeta Kristen (Katholik dan Protestan), 3 pendeta Hindu dan 3 pendeta Budha.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe