Selasa, 17 September 2019

Polisi Periksa Pria yang Diduga Penyimpan Uang Taat Pribadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas saat rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. Rekonstruksi yang menghadirkan Kanjeng Dimas dan sejumlah tersangka lain tersebut dilakukan untuk pengembangan pengusutan kasus pembunuhan Abdul Gani. ANTARA FOTO

    Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas saat rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. Rekonstruksi yang menghadirkan Kanjeng Dimas dan sejumlah tersangka lain tersebut dilakukan untuk pengembangan pengusutan kasus pembunuhan Abdul Gani. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk kasus penipuan dan pembunuhan yang dilakukan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi. Di antaranya adalah Dodik Wahyudi. Penduduk Pasuruan itu pengikut Dimas Kanjeng yang diduga menyimpan uang miliaran rupiah.

    "Surat panggilan sudah kami layangkan Jumat pekan lalu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Jawa Timur, Senin, 10 Oktober 2016. Argo berharap sejumlah saksi bisa memenuhi panggilan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Timur.

    Menurut Argo, keterangan para saksi dibutuhkan untuk mengungkap kasus penipuan berkedok penggandaan uang Taat. Dari pantauan Tempo di Mapolda Jawa Timur, hingga berita ini ditulis Dodik Wahyudi belum tampak hadir di ruangan penyidik.

    Kapolres Pasuruan Ajun Komisaris Besar M. Aldian mengatakan dua pekan lalu empat anggotanya dari Polsek Beji telah mendatangi rumah Dodik Wahyudi di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Dodik, yang disebut-sebut menjabat sebagai sultan itu, diduga menyimpan uang Taat Pribadi.

    Di lapangan, kata Aldian, diketahui Dodik sudah lama tidak ada di rumah. Dia memiliki rumah mewah yang dibangun setelah bergabung dengan Taat beberapa tahun lalu. Sebelumnya, Dodik hanya pekerja pabrik. "Sejak bergabung dengan Taat Pribadi, kehidupannya berubah jadi kaya," ujarnya.

    Penduduk sekitarnya mengenal Dodik orang yang sombong. Namun ia sangat royal terhadap warga. Dia juga pernah membiayai seorang warga untuk maju dalam pemilihan kepala desa setempat. Aldian menyebut Dodi bukan warga Gunung Gangsir. "Dia hanya beristrikan orang sana bernama Nur Aini."

    Menurut Aldian, kedatangan polisi ke rumah Dodik baru sebatas mengecek kebenaran pemberitaan yang beredar di media, yang disebut menyimpan uang Taat. "Kami belum melakukan apa-apa karena belum ada perintah dari tim penyidik Polda Jawa Timur."

    NUR HADI

    Baca:
    Minta Dilindungi Jokowi, Gatot Akan Bongkar Jaringan Ini
    Mario Teguh Buka Suara di Facebook, Ini yang Dia Tulis
    Gara-gara Uang Rp 200 Ribu, Dua Pria Nekat Bunuh Rekannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.