Minggu, 22 September 2019

Korban Tewas Akibat Tanah Longsor di Pangandaran Bertambah Jadi 2 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tanah longsor. thepoliticalcarnival.net

    Ilustrasi tanah longsor. thepoliticalcarnival.net

    TEMPO.COPangandaran - Korban tewas dalam bencana alam di Pangandaran, Jawa Barat, bertambah menjadi dua orang. Korban pertama adalah bocah 7 tahun bernama Iqbal, warga Ciparakan, Kecamatan Kalipucang. Korban kedua adalah seorang remaja warga Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran.

    "Infonya baru diterima barusan (pukul 11.00). Nama korban belum saya terima," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhsena saat dihubungi pada Senin, 10 Oktober 2016.

    Berdasarkan informasi yang ia terima, Nana menjelaskan, saat kejadian, korban sedang memperbaiki saluran air di pinggir rumahnya. Tiba-tiba tebing di pinggir saluran ambruk dan menimpa korban.

    "Warga setempat langsung mencari korban dengan menggali tumpukan material longsor. Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi," ucapnya.

    Sebelumnya, satu korban, anak berusia 7 tahun, meninggal. Korban tertimpa reruntuhan rumahnya yang ambruk terkena material longsor. "Korban bernama Iqbal," kata Nana.

    Dia menjelaskan, 7 dari 10 kecamatan di Pangandaran diterjang bencana alam berupa banjir rob, banjir bandang, dan tanah longsor. Tujuh kecamatan tersebut adalah Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.