Selasa, 17 September 2019

Macan Ciamis Dibawa ke Taman Safari, Warga Bantah Menyandera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Macan tutul saat berjalan perlahan di tengah sungai berlumpur. Macan tutul sangat ahli memburu mangsanya tanpa terdeteksi.  Dailymail

    Macan tutul saat berjalan perlahan di tengah sungai berlumpur. Macan tutul sangat ahli memburu mangsanya tanpa terdeteksi. Dailymail

    TEMPO.CO, Jakarta -  Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang ditangkap warga Desa Cikupa, Ciamis, Jawa Barat, dievakuasi petugas ke Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor. Warga membantah menyandera binatang dilindungi ini untuk mendapatkan uang tebusan.

    Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Sylviana Ratina mengatakan, tempat evakuasi itu dipilih karena dinilai mumpuni sebagai tempat rehabilitasi macan tutul. "Laporan petugas, sampai di tempat evakuasi Minggu dinihari pukul 02.00," katanya kepada Tempo, Ahad, 9 Oktober 2016.  Warga Minta Tebusan?

    Macan tutul itu ditangkap warga Rabu malam, 5 Oktober 2016, di kaki Gunung Sawal dekat Desa Cikupa. Menurut Sylviana, macan tutul berkelamin jantan dengan usia antara 3-4 tahun. Sebelum dievakuasi, macan diperiksa dokter hewan. "Kondisinya tidak ada luka tapi mengalami dehidrasi," ujarnya.

    BACA JUGA: Penyebar Video Ahok Diteror, Buni Yani Tak Gentar  
    Jessica Ulang Tahun di Pondok Bambu, Begini Perayaannya  
    Tentara Desersi Ditangkap, Kotak Amal Masjid di Rumahnya  

    Rencananya, macan itu akan dilepas liarkan kembali ke alam. Namun lokasinya belum ditentukan. BBKSDA Jabar perlu melakukan kajian habitat serta alasan macan turun ke perkampungan.

    Sebelum dikembalikan ke Gunung Sawal misalnya, perlu dipastikan apakah populasi macan di habitatnya itu sudah berlebih atau masih cukup. "Lima tahun ini setiap tahun selalu ada (macan) yang turun," katanya. Calon lokasi lain untuk pelepasliaran yaitu di Gunung Ciremai, dan itu juga perlu kajian lapangan.

    Salah seorang warga Desa Cikupa yang ikut dalam penangkapan macan tersebut, Asna Maulana Sidik mengatakan, mereka menangkap macan bukan untuk dibunuh atau dilukai. Mereka memasang kandang perangkap karena kemunculan macan tutul membuat warga takut. "Tidak ada warga yang diserang macan, hanya beberapa hewan ternak ayam, marmut, kelinci, ada yang dimakan," katanya.

    Selanjutnya: Warga Bantah Menyandera Macan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.