Minggu, 22 September 2019

Maju Jadi Cagub, Agus: Tak Apa Saya Diremehkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan resmi usai menggelar pertemuan dengan kelompok masyarakat dari Jaringan Nasional di Restoran Kuring Batik, Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Oktober 2016. TEMPO/Larissa

    Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan resmi usai menggelar pertemuan dengan kelompok masyarakat dari Jaringan Nasional di Restoran Kuring Batik, Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Oktober 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono, merasa tidak pesimistis dengan anggapan bahwa dirinya adalah pendatang baru di dunia politik DKI Jakarta. Dia merasa yakin pengalamannya yang masih minim ini justru membuat peluangnya untuk menang di Pemilihan Kepala Daerah 2017 terbuka lebar.

    "Tak apa dibilang masih ingusan. Tak apa diremehkan. Justru saya harus memacu diri saya untuk mengejar ketertinggalan," kata Agus saat menghadiri silaturahmi Muharam di kediaman salah satu simpatisan pasangan Agus-Sylviana Murni, Fahmi bin Sadig Husni, di Jalan Kalibata Utara II, Jakarta Selatan, Ahad, 9 Oktober 2016.

    Agus justru menilai status itu bisa membuatnya sebagai underdog di Pilkada mendatang. Baginya, ini adalah titik awal untuk masuk ke dunia politik. Karena itu pula, menurut Agus, dia berani keluar dari dunia militer yang telah dijalaninya bertahun-tahun.

    Sebagai putra sulung dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus juga menanggapi banyaknya tudingan dia hanya memanfaatkan nama ayahnya. Dia menegaskan, dirinya tak menggantungkan peluangnya untuk maju hanya dengan modal dinasti politik SBY.

    "Dinasti itu kerajaan yang diberikan turun-temurun tanpa meminta persetujuan khalayak dan dengan sendirinya mendapat kekuasaan. Ini tidak, saya juga mengikuti prosesnya," tandas Agus, yang datang didampingi oleh istrinya, Anisa Pohan.

    Pengalamannya di dunia militer, kata Agus, adalah salah satu bukti bahwa dia tidak hanya sekadar mendompleng nama bapaknya. "Prinsip kepemimpinan di militer itu sifatnya universal dan sangat bisa dibawa atau diaplikasikan di dunia bidang saya yang baru, yaitu politik. In sya allah juga di bidang birokrasi pemerintahan," kata Agus.

    Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, Agus akan berpasangan dengan Sylviana Murni. Mereka diusung beberapa partai, yakni Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    EGI ADYATAMA


    NB: Di dalam laporan ini sebelumnya menyebutkan Fahmi bin Sadig Husni adalah kader PAN. Padahal Fahmi adalah simpatisan Agus Harimurti Yudhoyono. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.