Layanan Kunjungan LP Serentak Dapat Rekor Muri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan ceramah dalam hari kunjungan serentak di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta, 9 Oktober 2016. TEMPO/Arkhe

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan ceramah dalam hari kunjungan serentak di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta, 9 Oktober 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengadakan layanan kunjungan istimewa "Sehari Bersama Mereka". Acara ini digelar di 477 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dan berpusat di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta. Kegiatan ini memfasilitasi sekitar 100 ribu narapidana.

    Acara ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Pendiri Muri, Jaya Suprana, menyerahkan langsung penghargaan itu. Menurut Jaya, pendekatan hukum memerlukan sentuhan kemanusiaan. "Itulah yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM, itu luar biasa sekali," katanya di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta, Ahad, 9 Oktober 2016.

    Selain itu, kata Jaya, Muri pernah mengusulkan kepada presiden mengganti nomenklatur Kementerian Hukum dan HAM menjadi Kementerian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. "Karena hukum adalah alat yang diciptakan manusia untuk menciptakan kemanusiaan," tuturnya.

    Jaya mengatakan sudah menjadi hukum wajib bagi lembaganya menganugerahkan rekor ini. Sebab, dia mengaku belum pernah mendengar berita ribuan narapidana berkumpul dengan keluarga masing-masing secara serentak. "Saya menganugerahkan kepada Kemenkumham atas syukur kemanusiaan yang adiluhung agar jadi teladan di seluruh manusia di planet bumi ini," katanya.

    Kementerian Hukum menggelar Layanan Kunjungan Keluarga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Layanan ini digelar guna memperingati Hari Dharma Karyadhika 2016. Acara bertema "Sehari Bersama Mereka" ini digelar di seluruh lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan lembaga pembinaan khusus anak. Sekitar 100 ribu narapidana terlibat di 477 LP dan rutan di Indonesia.

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap ini menjadi momentum untuk menjadikan warga pembinaan melihat pentingnya peran keluarga. "Keluarga menjadi hak yang penting dalam pembinaan," katanya. Dia berharap acara ini tidak hanya sebagai seremonial, tapi juga memberi kesempatan kepada narapidana seluas-luasnya untuk tetap menjalin hubungan yang intim dengan keluarga.

    ARKHELAUS W.

    Baca juga:
    Pedagang Thamrin City Tuntut DPRD Jakarta Lengserkan Ahok
    Sering Pakai Narkoba, Benarkah Reza Artamevia Tak Kecanduan?
    Kado untuk Jessica, Perempuan Ini Bawa Rosario dan Buku Doa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.