Bupati Sibuk Warganya Jadi Pengikut Dimas Kanjeng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan menjemput warganya yang masih bertahan di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur.

    “Biar cepat dan segera pulang, kami jemput langsung dengan pesawat. Kasihan keluarganya sudah lama kebingungan," kata Dedi saat dihubungi Tempo, Sabtu, 8 Oktober 2016,

    Menurut Dedi, warga yang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi hanya satu orang, yakni Rukoyah. Ia warga Kampung Krajan RT 01 RW 01, Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa.

    Dedi mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarganya, ibu empat anak itu berangkat ke Jawa Timur dengan tujuan mengikuti pengajian. Ia sama sekali tak menyampaikan alasan memperkaya diri dengan cara melipatgandakan uang di padepokan Dimas Kanjeng.

    Dedi menginstruksikan Kepala Desa Sukadami dan Camat Wanayasa langsung mengecek lalu membujuk ibu itu dan langsung membawanya pulang dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

    Dedi juga telah menginstruksikan semua kepala desa dan camat mendata  warganya apakah masih ada korban lain  di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Jika masih ada, akan dijemput dengan berbagai cara agar bisa segera pulang ke kampung halaman. "Kasihan, mereka hidup serba ketidakpastian," tuturnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.