Buka TAFISA Games 2016, Kalla Ajak Masyarakat Bergerak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri haul wafatnya Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. TEMPO/Ishomuddin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri haul wafatnya Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya masyarakat untuk beraktivitas fisik dan bergerak. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan olahraga maupun permainan olahraga tradisional yang ada di masyarakat.

    "Salah satu harapan kita bagaimana manusia Indonesia melihat ke depan adalah dengan bergerak, bergerak, bergerak," kata Kalla saat membuka The Association for International Sport for All (TAFISA) Games 2016 pada Sabtu, 8 Oktober 2016, di Ancol, Jakarta.

    Pembukaan acara ini dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

    Kalla mengatakan bergerak adalah bagian dari olahraga. Aktivitas apapun yang bergerak dan bisa dinikmati, kata dia, adalah bagian dari upaya meningkatkan mutu masyarakat melalui olahraga dan bergerak. "Karena itu kami ingin beri penghargaan karena TAFISA Games membuat kita bergerak, berolahraga tradisional yang menggembirakan," kata Kalla.

    Menurut Kalla kegiatan olahraga hanya olahraga untuk prestasi, tapi juga meningkatkan persaudaraan dan kegembiraan. Melalui TAFISA Games, Kalla berharap akan muncul kegembiraan, persaudaraan, dan prestasi dari peserta yang datang dari seluruh dunia.

    Sedianya TAFISA Games 2016 akan dibuka Presiden Joko Widodo. Namun alasan kesibukan membuat pembukaan dilimpahkan ke Kalla. Dalam kesempatan itu, Kalla menyampaikan salam Jokowi untuk semua peserta. Harapan Jokowi melalui kegiatan TAFISA Games ini, menurut Kalla, adalah generasi muda kembali ke lapangan dan ke alam.

    Presiden Jokowi, kata Kalla, sebelumnya berharap tiap keluarga Indonesia bisa mendorong anak-anak muda tak lebih tertarik main gadget, terpukau, bungkuk main telepon selular. “Marilah kita bergerak," kata Kalla mengutip pesan Jokowi.

    Kalla mengajak masyarakat untuk bergerak. "Kita tidak ingin menciptakan generasi yang membungkuk karena teknologi. Mari kita bergerak, berolahraga," kata Kalla.

    TAFISA Games 2016 berlangsung pada 6-12 Oktober 2016 dan diikuti 4.600 peserta dari 74 negara. Ada 86 pertandingan dengan rincian 17 cabang olahraga pertandingan dan 69 pertandingan eksibisi atau festival. "Kegiatan akan berlangsung di Ancol, Sunter, dan Kemayoran," kata Puan Maharani.

    TAFISA merupakan organisasi nonprofit yang berkedudukan di Frankfurt, Jerman, dan dibentuk di Bordeaux, Prancis, pada September 1991. Anggotanya berasal dari 157 negara, terdiri atas organisasi pemerintah, nonpemerintah, federasi olahraga lokal, nasional, regional, Kementerian Olahraga dan lain-lain.

    Indonesia bertekad mempromosikan berbagai macam olahraga rekreasi tradisional yang sudah mengakar di tengah masyarakat, misalnya permainan egrang, terompah panjang, layang-layang, gulat tradisional, sepeda tua (ontel) dan lain sebagainya. Kesempatan ini juga untuk memperkenalkan budaya, etnis, suku, agama  dan pariwisata Indonesia yang sangat beragam, sehingga akan makin dikenal di mancanegara.

    Pada TAFISA Games 2016, lima jenis olahraga yang akan dipertandingkan meliputi olahraga tradisional, petualangan, tantangan, kesehatan, dan kebugaran. Acara juga akan dimeriahkan dengan pemecahan rekor dunia (Guinness Book Record) untuk kegiatan egrang yang diikuti oleh 2.600 peserta.

    Selain itu ada pemecahan rekor Zumba yang diikuti oleh 13 ribu orang dan beberapa kegiatan pendukung lainnya, seperti Jalan Sehat Massal (World Walking Day), dengan jumlah peserta 30 ribu di kawasan Benyamin Sueb, Boulevard Kemayoran, Jakarta Pusat. Ada juga kegiatan Global Forum dengan tema 'Active Cities' yang akan dihadiri 140 negara anggota TAFISA dan 260 peserta dari dalam negeri.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.