BPS: Inflasi Banyuwangi Terendah di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan mengambil ikan lemuru di Pantai Rajegwesi, Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Rully Kesuma

    Nelayan mengambil ikan lemuru di Pantai Rajegwesi, Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi di Banyuwangi pada September 2016 mencapai 0,02 persen atau terendah di Indonesia.

    "Inflasi yang lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 0,22 persen," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengutip data BPS itu di Banyuwangi, Jumat 7 Oktober 2016.

    Inflasi yang rendah tersebut merupakan indikator penting makro ekonomi karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, karena itu "kinerja inflasi" tersebut akan dipertahankan atau dikelola hingga berada pada level stabil.

    Anas melanjutkan inflasi dengan sendirinya juga mencerminkan manajemen penawaran dan permintaan barang di daerah. Sejumlah upaya yang dilakukan untuk pengendalian inflasi di kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu, antara lain lewat operasi pasar murah, vertikultur di kalangan rumah tangga, dan gerakan 10.000 kolam ikan.

    "Kami membuat program-program sederhana, seperti 10.000 kolam ikan yang mengajak warga untuk memanfaatkan pekarangannya sebagai kolam ikan, sebagian di antaranya dibantu benih dan peralatan oleh pemerintah daerah," ujar Anas.

    Saat ini, kata Anas, juga sedang disiapkan sinergi badan usaha milik desa (BUMDes) dan Perum Bulog. Sebanyak delapan BUMDes disiapkan untuk bersinergi dengan BUMN bidang logistik pangan tersebut, di antaranya BUMDes di Ketapang, Tegaldlimo, Genteng Kulon, Glagah, Kalibaru Kulon, Rogojampi, dan Bangunsari.

    Sinergi BUMDes dengan Perum Bulog tersebut berupa penyediaan stok barang untuk kelancaran distribusi barang, pengendalian harga, membantu operasi pasar, dan pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.

    "Bulan ini sinergi BUMDes dengan Perum Bulog tersebut ditandatangani. Ini juga pararel dengan program Menteri Desa Pak Eko Sandjojo yang mendorong pemberdayaan BUMDes," papar Anas.

    Anas optimistis, ke depan perekonomian lokal Banyuwangi akan terus tumbuh ditopang berbagai sektor. Pendapatan per kapita Banyuwangi yang berdasarkan data BPS telah mencapai Rp37,53 juta per orang per tahun pada 2015 ditargetkan bisa menembus Rp40 juta pada akhir 2016.

    "Akhir Oktober frekuensi penerbangan ke Bandara Blimbingsari Banyuwangi dari Surabaya menjadi empat kali sehari yang bisa semakin mengungkit bisnis dan pariwisata. Tahun depan sudah ada penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi. Program-program lain juga berbarengan mendorong ekonomi lokal bergerak," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.