Percaloan di Pelabuhan Belawan, Ini Komentar Menhub  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan, 14 September 2016.D ok.Pelindo I

    Suasana Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan, 14 September 2016.D ok.Pelindo I

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tindak percaloan tidak hanya terjadi di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Namun, kata dia, di sejumlah pelabuhan di daerah lain juga digerogoti oknum-oknum calo.

    "Diindikasikan tidak hanya terjadi di Medan saja. Samarinda contohnya juga, ada kenakalan, Jayapura, Maumere, Kijang," ujar Budi dalam konferensi pers di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Oktober 2016.

    Sebelumnya, Budi menyatakan kepolisian daerah Sumatera Utara telah menangkap dua orang oknum yang terlibat dalam kegiatan percaloan di Pelabuhan Belawan. Namun, dia kemudian meralat keterangannya itu, bahwa yang ditangkap tiga orang bukan dua orang.

    Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, Budi menyebutkan salah satu oknum yang ditangkap berinisial PS. Dia diketahui menyuap petugas bea-cukai di Pelabuhan Belawan. Adapun dua orang lainnya, HB dan SN, merupakan anggota dari asosiasi tertentu. Keduanya melakukan pemerasan terhadap pengusaha.

    Ketiga oknum tersebut ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Belum diketahui berapa uang suap yang diberikan PS kepada Bea-Cukai. Polisi, kata Budi, saat ini tengah mengembangkan kasus ini.

    Budi mengingatkan agar tidak melakukan praktek percaloan. "Kepada KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), Syahbandar, untuk melakukan kegiatan dengan lebih governance, dan tidak melakukan praktik-praktik seperti itu," ujarnya.

    FAJAR PEBRIANTO | RINA WISNU

    Baca juga:
    Djan Faridz: Lulung Dukung Ahok
    Gatot Brajamusti Akhirnya Akui Ada Ritual Seks di Padepokan
    Kejaksaan Cegah Dahlan Iskan Bepergian ke Luar Negeri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.