Survei LSI: Pendukung Ahok Konsisten Kecuali Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanan. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Ardian Sopa, merilis hasil survey yang menyatakan bahwa pasangan inkumben Ahok-Djarot bisa kalah karena isu agama, di kantor LSI, Jakarta Timur, 7 Oktober 2016. TEMPO/Friski Riana

    Kanan. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Ardian Sopa, merilis hasil survey yang menyatakan bahwa pasangan inkumben Ahok-Djarot bisa kalah karena isu agama, di kantor LSI, Jakarta Timur, 7 Oktober 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Ardian Sopa, mengungkapkan ada hal yang menarik dari data survei pemilihan kepala daerah DKI 2017 dalam rentang 28 September-2 Oktober 2016. "Distribusi pemilih partai yaitu grass root. Yang menarik adalah suara dari Golkar," kata Sopa di kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat, 7 Oktober 2016.

    Sopa mengatakan, partai Golkar secara institusi merupakan partai pendukung pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. "Tapi dilihat dari data kami bahwa pemilih Golkar ternyata kalau ada dua pasangan calon, lebih pilih Anies-Sandi," kata dia.

    Saat Ahok-Djarot berhadapan dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Sopa berujar, calon inkumben itu unggul dalam pemilih partai pengusung, seperti PDI Perjuangan sebesar 54,7 persen. Namun, Golkar hanya memberikan suara sebesar 34,8 persen ke Ahok. Sementara dukungan ke Anies lebih besar dengan 43,5 persen.

    Sopa menuturkan, Anies-Sandiaga juga unggul di pemilih partai pengusung. Keduanya mendapat dukungan dari Partai Gerindra sebesar 53,2 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera 78,9 persen.

    Partai pengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, menurut data survei LSI, rupanya juga memberikan dukungan kepada Anies-Sandi jika berhadapan dengan Ahok-Djarot. Seperti partai Demokrat dengan 39,2 persen untuk Anies-Sandi, sedangkan untuk Ahok-Djarot sebesar 27,5 persen. Adapun dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan untuk pasangan Anies-Sandi di angka 33,2 persen, dan 22,4 persen untuk Ahok-Djarot.

    Hasil serupa juga terjadi dalam simulasi head to head Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi. PDI Perjuangan memberikan dukungan sebanyak 56 persen kepada calon inkumben. Tapi, Partai Golkar lebih banyak memberikan dukungan ke Agus-Sylvi dengan 39,1 persen, ketimbang Ahok-Djarot (34,8 persen).

    Partai pengusung utama Agus-Sylvi, yakni Demokrat konsisten memberikan dukungan sebesar 49 persen. Sementara untuk Ahok-Djarot tercatat 23,5 persen. Partai pengusung pasangan Anies-Sandi juga memberikan dukungan lebih kepada Agus-Sylvi jika head to head dengan Ahok-Djarot. Dukungan dari partai Gerindra sejumlah 44,7 persen, dan PKS 73,7 persen."Pengusung Ahok konsisten kecuali partai Golkar," ujar Sopa.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.