Sungai Cibintinu Tertimbun Longsor, Warga Diungsikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menjemput anaknya menggunakan ban bekas saat pulang sekolah di Kampung Bojongasih, Desa Dayehkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 3 Oktober 2016. Sejumlah sekolah di Bandung Selatan terpaksa mengungsikan kegiatan belajar mengajar ke balai desa atau gedung serba guna di wilayahnya masing-masing akibat meluapnya Sungai Citarum. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang ibu menjemput anaknya menggunakan ban bekas saat pulang sekolah di Kampung Bojongasih, Desa Dayehkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 3 Oktober 2016. Sejumlah sekolah di Bandung Selatan terpaksa mengungsikan kegiatan belajar mengajar ke balai desa atau gedung serba guna di wilayahnya masing-masing akibat meluapnya Sungai Citarum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Tanah longsor menutupi sebagian aliran Sungai Cibintinu, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Kamis malam, 6 Oktober 2016. Sejumlah warga yang bermukim di dekat aliran Sungai Cibintinu sempat diungsikan untuk mengatisipasi banjir bandang.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Tata Irawan mengatakan, longsor menggerus sebagian titik di bukit Pasir Luhur sepanjang 300 meter. Akibat longsoran tanah tersebut lebih dari 3 hektar lahan dan sungai tertutup material longsor. "Sungai dan lahan tertutup material longsor," ujar Tata kepada Tempo, Jumat, 7 Oktober 2016.

    Ia mengatakan, aliran sungai sempat terbendung dan dikhawatirkan tumpah menjelma banjir bandang yang bisa menerjang pemukiman penduduk. "Awalnya kami khawatir terjadi banjir bandang. Karena air sungai tertutup material longsor. Tapi, karena aliran sungai deras air bisa mengikis material longsor," katanya.

    Ia mengatakan, pihaknya sempat mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman. Sekitar 3 kilometer dari lokasi longsoran terapat pemukiman penduduk. "Hingga sore ini sudah bisa diatasi. Air sungai sudah bisa mengalir meskipun belum sepenuhnya normal," kata dia. "Alhamdulillah cuaca juga mendukung."

    Tata mengatakan, saat ini tim BPBD Kabupaten Bandung dan Kepolidan Resor Kabupaten Bandung tengah memantau gerakan tanah di lokasi longsoran. Ia menyebutkan, karakter tanah di lokasi tersebut cukup labil. "Kalau dilihat dari bukitnya bagus. Banyak tanaman keras di sana. Hanya saja tanahnya labil," ucap dia.

    Di Kabupaten Bandung, Tata mengatakan, tetdapat 22 kecamatan yang rawan terjadi tanah longsor. "Dari 33 kecamatan di Kabupaten Bandung, 22 diantaranya rawan longsor," ujar dia.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.