Dilaporkan oleh PDIP ke Polda, Wartawan Senior: Saya Korban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trimedya Panjaitan. TEMPO/ Nickmatulhuda

    Trimedya Panjaitan. TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan senior di salah satu media massa nasional, Hanibal Wijayanta, angkat bicara terkait dengan pelaporan dirinya oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, kemarin. PDIP melaporkan Hanibal atas dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan lewat akun Facebook miliknya.

    "Saya baru dapat info dari media online. Katanya, status (Facebook) saya dipersoalkan. Padahal, dalam status saya itu, saya tidak menunjuk orang maupun partai tertentu. Saya justru menjadi korban karena media online telah mengutip dan membuat kesimpulan secara sepihak," ujar Hanibal saat dihubungi Tempo, Jumat, 7 Oktober 2016.

    Baca: Dituding Minta Mahar Rp 10 T ke Ahok, PDIP Lapor Polisi

    Hanibal mengatakan media online tersebut telah mengutip tulisan dalam akun Facebook-nya tapi tidak pernah meminta izin. Hanibal berencana bertemu dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Saya ingin menjelaskan duduk masalahnya karena status saya itu tidak menunjuk oknum maupun partai tertentu," tuturnya.

    Kemarin, beberapa politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan datang ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Trimedya Pandjaitan mengatakan partainya melaporkan seorang pemilik akun Facebook atas dugaan pencemaran nama baik karena sejumlah unggahan di akun Facebook tersebut dinilai menuding tanpa dasar.

    Menurut Trimedya, pelaporan akun Facebook tersebut didasari oleh pemberitaan salah satu media online pada 24 September lalu dengan judul Wow, Menteri Bocorkan Mahar Ahok ke PDIP Rp 10 triliun?. Dalam laporan bertanggal 6 Oktober 2016 itu, terdapat nama wartawan senior Hanibal Wijayanta sebagai pihak terlapor.

    Seperti dikutip dari media online yang memberitakan hal tersebut, Hanibal menulis di akun Facebook miliknya, “Jadi ternyata minta mahar? 10 Trilyun? DP 3 Trilyun harus malam ini juga? Duh Gusti... Itu duit apa kreweng... Woiii... KPK Mana? KPK Mana?” Status tersebut diunggah oleh Hanibal pada 20 September lalu. Saat ini, status tersebut telah dihapus.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga