Soal Jelmaan Malaikat, Ini Blakblakan Kubu Gatot Brajamusti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua umum PARFI, Gatot Brajamusti digiring petugas Resmob Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait penyimpanan senjata api di Polda Metro Jaya, 5 September 2016. Polisi tengah mengusut asal usul ratusan butir peluru berkaliber 9 milimeter, 32, dan 22, yang ditemukan berada di kediaman Aa Gatot. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan ketua umum PARFI, Gatot Brajamusti digiring petugas Resmob Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait penyimpanan senjata api di Polda Metro Jaya, 5 September 2016. Polisi tengah mengusut asal usul ratusan butir peluru berkaliber 9 milimeter, 32, dan 22, yang ditemukan berada di kediaman Aa Gatot. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Mataram - Achmad Rifai, pengacara eks Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti membantah kalau kliennya itu mengaku sebagai malaikat di hadapan seluruh anggota padepokannya.

    "Tak pernah ada kalimat itu, tidak ada mengaku sebagai malaikat," kata Rifai usai mendampingi pemeriksaan Gatot di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya di Mapolda NTB, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Baca Juga
    Gatot Brajamusti, Aspat, dan Seks 'Threesome' di Padepokan
    Buronan Kasus Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri

    Bahkan dia juga menepis adanya tuduhan pemerkosaan yang dilaporkan oleh CT, wanita yang mengaku kerap disetubuhi Gatot Brajamusti, terhitung sejak ikut bergabung dalam padepokan Gatot Brajamusti di Jakarta Selatan.

    "Tidak ada pemerkosaan dan tidak ada pelecehan seksual di situ. Yang ada mereka sudah berteman lama, kemudian tiba-tiba muncul laporan yang seolah-olah terjadi perbuatan di luar itu semua, tidak ada ceritanya begitu," ujar Rifai.

    Simak Pula
    Muncul Petisi Tolak Ahok yang Disebut Lecehkan Ayat Al-Quran
    Soal Kontribusi Tambahan, Ahok Tegaskan Itu Bukan Diskresi

    Lebih lanjut terkait dengan tuduhan yang mengarah kepada kliennya ini, Achmad Rifai memaparkan, ketika seseorang datang melapor ke pihak Kepolisian, maka sudah seharusnya ditindaklanjuti dengan mengklarifikasi kepada pihak yang disangkakan.

    "Yang jelas apa yang sudah mereka sampaikan itu tidak benar dan pemeriksaan ini terkait memberikan keterangan atas tuduhan itu, apakah laporan ini sesuai atau tidak," ucap Achmad Rifai.

    Baca Pula
    Survei Populi: Mayoritas Suku Betawi Pilih Ahok-Djarot
    Dilaporkan ke Bareskrim, Ahok Bereaksi lewat Instagram

    Selanjutnya: Diketahui bahwa CT melaporkan Gatot Brajamusti

    Diketahui bahwa CT melaporkan Gatot Brajamusti ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pemerkosaan. Dalam laporannya, CT mengaku sebagai mantan salah satu anggota padepokan Gatot Brajamusti terhitung sejak tahun 2007 hingga 2011.

    Selama ikut bergabung di padepokan Gatot Brajamusti, CT kerap disetubuhi oleh guru spiritual biduanita Reza Artamevia ini dengan berbagai modus. Salah satunya dengan mengaku sebagai Malaikat Izrail.

    Baca Juga
    Gatot Brajamusti, Aspat, dan Seks 'Threesome' di Padepokan
    Buronan Kasus Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri

    Bahkan akibat perbuatannya, CT sudah dua kali hamil, yakni pada tahun 2010 dan 2011. Untuk kehamilan pertamanya, CT diminta Gatot Brajamusti untuk menggugurkan kandungannya.

    Kemudian untuk kehamilan keduanya pada 2011, CT memilih untuk keluar dari padepokan Gatot Brajamusti dan melahirkan anak hasil persetubuhannya dengan mantan Ketua Parfi itu di tahun 2012.

    Simak Juga
    Kisah Dimas Kanjeng 'Munculkan' Motor Hingga Durian
    Kasus Perkosaan: Pemeriksaan Gatot Sempat Distop Karena....

    Lebih lanjut dari hasil pemeriksaan Tim Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Gatot Brajamusti diduga melakukan aksi pelecehan kepada korban yang sudah berada di bawah pengaruh "aspat" (barang yang mengandung zat metampetamin).

    Kasus yang kini masih dalam tahap penyelidikan itu, dikabarkan dalam waktu dekat akan digelar di Polda Metro Jaya. "Hasil pemeriksaan ini akan digelar di Polda Metro Jaya untuk merujuk kepada penetapan tersangkanya," ujar Kepala Sub Direktorat Remaja dan Anak Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Azhar Nugroho.

    ANTARANEWS.COM

    Baca juga:
    Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok
    Keterpilihan Ahok Merosot: Inilah 3 Hal Menarik & Mengejutkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.