Pengganti Irman Gusman Diumumkan Selasa Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka yang juga Ketua DPD RI non aktif, Irman Gusman memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 4 Oktober 2016. Irman Gusman diperiksa dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota gula impor di Sumatera Barat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka yang juga Ketua DPD RI non aktif, Irman Gusman memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 4 Oktober 2016. Irman Gusman diperiksa dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota gula impor di Sumatera Barat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan daerah (DPD) Farouk Muhammad mengatakan hasil rapat panitia musyawarah sepakat pemilihan pengganti mantan Ketua DPD Irman Gusman dan Pimpinan DPD akan dilakukan pada Selasa depan, 11 Oktober 2016.

    "Kami sepakat akan melakukan pemilihan pada hari Selasa, jam 2 siang," kata Farouk di gedung DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016. 

    Pemilihan ini di luar waktu tiga hari sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPD. Menurut Farouk, hal ini wajar lantaran pemilihan tersebut tidak hanya dilakukan DPD. Pihaknya harus mengundang Ketua Mahkamah Agung sebagai pihak yang akan melantik ketua baru.

    Selain itu, Farouk mengatakan, jeda ini dapat memberikan waktu bagi Indonesia wilayah barat untuk berkonsolidasi. Apalagi di DPD tidak ada batasan berapa jumlah bakal calon yang akan diusung oleh Indonesia bagian barat. Menurut dia, semua anggota memiliki hak untuk menjadi calon pengganti Irman. 

    Baca juga:
    Keterpilihan Ahok Merosot: Inilah 3 Hal Menarik & Mengejutkan

    Heboh Manifesto Komunis: Polisi Gegabah Sita Buku Malaysia

    Pemilihan calon pengganti Irman akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pemilihan calon pengganti Irman sebagai pimpinan. Kemudian, pemilihan Ketua DPD di antara tiga pimpinan yang ada. Baru selanjutnya ketua tersebut disahkan.

    Dari pemaparan tersebut, calon pengganti Irman di kursi pimpinan nantinya tidak serta-merta menjadi pimpinan. Pimpinan akan dipilih dari anggota tersebut, Farouk, dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. 

    Saat ditemui di lokasi yang sama, keduanya mengaku siap menjadi ketua DPD. Namun mereka mengaku menyerahkan keputusan kepada anggota lainnya.

    Sementara itu, anggota DPD dari Indonesia bagian barat, Ahmad Kanedi, mengaku mengantisipasi pemilihan pada Selasa mendatang. Pihaknya akan mengerucutkan suara di Indonesia bagian barat menjadi maksimal tiga nama. Ia pun mengaku telah berkomunikasi dengan Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian tengah untuk memenangkan pemilihan nanti. 

    Ahmad juga mengaku telah mengamankan sejumlah nama dari wilayah lain untuk kembali memenangkan pimpinan dari Indonesia bagian barat sebagai Ketua DPD. "Kami akan konsolidasi mulai sekarang. Mungkin Senin kami akan mengadakan pertemuan untuk menentukan nama mana saja yang akan didukung," ujarnya. 

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI

    Baca juga:
    Bank Indonesia Teliti Uang Dimas Kanjeng, Hasilnya Adalah...
    ATM Mandiri yang Ini Keluarnya Uang Mainan
    Soal Selingkuh, Ini Penjelasan Menarik Sahabat Raffi Ahmad


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.