Selasa, 17 September 2019

BNPB Pakai Drone untuk Pemetaan Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang staff memperlihatkan kecanggihan drone DJI Phantom 4 Quadcopter kepada pengunjung saat berlangsungnya Pameran Photokina di Cologne, Jerman, 20 September 2016. REUTERS

    Seorang staff memperlihatkan kecanggihan drone DJI Phantom 4 Quadcopter kepada pengunjung saat berlangsungnya Pameran Photokina di Cologne, Jerman, 20 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memanfaatkan fasilitas unmanned aerial vehicle (drone) dalam penanggulangan bencana. Drone dimanfaatkan untuk pemetaan dan analisis guna mengurangi risiko bencana.

    “Pemanfaatan drone menguntungkan dari sisi waktu, biaya, jumlah personel sebagai operator, dan risiko di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis BNPB, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Implementasi drone itu sempat dipresentasikan langsung oleh pihak BNPB saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Garut, Jawa Barat, untuk memantau situasi pascabanjir bandang pada 29 September lalu. Dalam presentasi yang dilakukan di Pos Komando Tanggap Darurat Garut itu, Jokowi memuji hasil pemetaan kebencanaan memakai drone.

    Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto menyebutkan kolaborasi pemanfaatan drone sudah menjadi kebutuhan mendesak. “Kerja samanya berupa saling bagi tugas dalam metode pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan dari sisi cakupan wilayah, khususnya ketika terjadi bencana, demi kemanusiaan,” tutur Sutopo mengulangi kalimat Tri pada suatu seminar di Jakarta, pekan lalu.

    Pemotretan dan pemetaan memakai drone sempat diterapkan pada insiden longsor dan banjir bandang di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, akhir Juni 2016. “Kegiatan ini merupakan kerja sama BNPB, Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” kata Sutopo.

    Pengembangan teknologi ini dinilai sangat cepat. BPPT, ucap dia, mengembangkan drone dengan teknologi GPS dan kamera beresolusi tinggi yang mampu menangkap benda yang sangat kecil.

    Teknologi drone mampu memotret rekahan tanah dari ketinggian. Hasil pantai Rekahan dapat diamati dari darat dan udara. Setelah digabungkan, datanya bisa dipakai BNPB dan pemerintah daerah. “Dari hasil pemotretan, dapat dilihat geomorfologi bahwa lokasi terdampak seperti mangkuk,” ujar anggota BPPT, Agus Kristijono, dikutip dari rilis pers yang sama.

    Sementara itu, BIG memakai drone untuk kebutuhan tematik. BIG mendukung BNPB dalam pemetaan bencana erupsi Gunung Sinabung pada 2013. Komisi Pemberantasan Korupsi pun sempat dibantu untuk menganalisis kerugian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.