Risma Minta Anak Buahnya Tak Emosional Melayani Masyarakat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kepala Dinas Pertanian Joestamadji (kiri kaos orange) panen padi perdana di Balai Kota Surabaya, 25 Agustus 2016. TEMPO/M Syaraffah

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kepala Dinas Pertanian Joestamadji (kiri kaos orange) panen padi perdana di Balai Kota Surabaya, 25 Agustus 2016. TEMPO/M Syaraffah

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta pegawai Pemerintah Kota Surabaya, dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai dinas, tidak mudah tersulut emosi saat melayani masyarakat.

    Soalnya, pada kondisi tertentu, kata dia, pegawai Pemkot Surabaya selaku pelayan masyarakat mudah tersulut emosi. "Itu sudah tugas kita untuk melayani masyarakat,” ucap Risma dalam pembinaan mental peringatan tahun baru Islam 1438 Hijriah, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Risma menganjurkan, pegawai yang terlalu lelah dalam melayani lebih baik minta tolong kepada temannya yang lain untuk menggantikannya. Dia bisa istirahat sejenak, kemudian nanti melanjutkan tugasnya kembali.

    Baca juga:
    Film Porno Penyebab Utama Kekerasan Seksual pada Anak
    Trik Manfaatkan Duty Free, Bebas Belanja Bebas Pajak

    Risma juga meminta pejabat Pemkot Surabaya bekerja dengan tanggap dan tulus demi keselamatan warga. Selain itu, ia meminta camat dan lurah mengedarkan surat imbauan kepada masyarakat agar waspada memasuki musim hujan. “Masyarakat harap mengantisipasi hujan. Insya Allah siap,” tuturnya. Dengan secarik kertas surat imbauan tersebut, ujar Risma, masyarakat bisa terselamatkan.

    Baca juga:
    Mau Punya Wajah Putih Mulus Ala Artis Korea? Ini Rahasianya

    Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga meminta momen tahun baru Hijriah bisa menjadikan pejabat Pemkot Surabaya lebih baik daripada tahun sebelumnya. Siapa pun pemimpinnya, Risma berujar, hari ini harus lebih baik daripada kemarin. Bila tidak, orang itulah yang rugi. “Perlu diingat, semua yang kita lakukan akan dinilai kelak di hari esok,” ucap Risma.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.