Enam Anggota DPD Disebut Siap Gantikan Irman Gusman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh senator dari perwakilan Indonesia bagian barat, menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah Djasarmen Purba, menyatakan siap menjadi calon pengganti mantan Ketua DPD Irman Gusman. Meski belum dideklarasikan, Djasarmen mengaku nama tersebut telah berkomunikasi dengan anggota lainnya.

    "Saya cuma ingat enam. Ada Andi Surya, Parlindungan Purba, Intsiwati Ayus, kemudian Profesor Darmayanti Lubis, Hudarni Rani, dan ada Mohammad Soleh dari Bengkulu. Itu yang saya ingat," kata Djasarmen saat ditemui di gedung DPD, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Penghentian Irman dilakukan seiring dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 17 September 2016. Pencopotan Irman dari kursi Ketua DPD didasarkan pada Pasal 52 tentang Tata Tertib DPD.

    Rapat pleno BK DPD sebelumnya telah memutuskan penghentian Irman Gusman. Keputusan resmi mengenai pemberhentian Irman ditetapkan pada Rabu, 5 Oktober.

    Ketika dimintai konfirmasi mengenai hal ini, anggota DPD Intsiwati Ayus membenarkan hal tersebut. Namun ia mengaku tak tahu siapa saja nama lainnya yang akan maju. "Kalau saya, saya tegaskan saya bersedia untuk maju, tapi yang lain saya tidak tahu," ujar Ayus.

    Ayus menyebutkan bahwa dia telah lama menyatakan komitmennya. Namun ia menghargai proses yang ada. Menurut dia, untuk maju ke tahap selanjutnya, akan ada yang namanya bakal calon dan calon.

    Untuk menjadi bakal calon dalam proses sebelumnya, setidaknya anggota tersebut harus diusung minimal oleh lima anggota dari seluruh anggota Dewan. "Tapi ini proses dulu ya, kalau sekarang bergantung pada keputusan panitia musyawarah seperti apa," ujar dia.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.