Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Turun Selama Tiga Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi terjadi hujan lebat di beberapa wilayah pada 6 hingga 8 Oktober 2016. Masyarakat diimbau agar waspada terhadap dampak dari hujan lebat.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto mengatakan kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi munculnya potensi hujan lebat dalam periode tiga hari ke depan. “Hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” kata dia, Kamis, 06 Oktober 2016.

    Yunus mengatakan hujan lebat akan turun di wilayah Indonesia sebelah selatan ekuator. Wilayah tersebut mencakup Bengkulu, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten. Wilayah lainnya ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.

    Menurut Yunus, hujan lebat yang disertai angin dan petir berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin. “Masyarakat diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati,” kata dia.

    Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut serta nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir, BMKG mengimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga selatan NTB, Laut Arafuru bagian timur dengan ketinggian berkisar 2,5-4,0 meter.

    Untuk mengetahui informasi cuaca terkini, BMKG membuka layanan 24 jam melalui telepon di 021-6546318. Masyarakat juga bisa mengakses website BMKG di web.meteo.bmkg.go.id serta akun Twitter BMKG @infobmkg. BMKG juga menyediakan aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore, yaitu info BMKG.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.