325 Atlet Jabar Wakili Indonesia di Tafisa 2016  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kayak Benjang kalau tidak dibudayakan akan mati.

    Kayak Benjang kalau tidak dibudayakan akan mati.

    INFO JABAR - Sebanyak 325 atlet asal Jawa Barat akan mewakili Indonesia dalam 6th The Assosciation for International Sprort for All (Tafisa) World Sport for All Games 2016 di Jakarta, 6 – 12 Oktober 2016. Tafisa merupakan ajang kompetisi olahraga rekreasi masyarakat yang mempertandingkan olahraga tradisional, petualangan, tantangan, kesehatan, dan kebugaran.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan ajang ini  adalah cara untuk mensosialisasikan serta melestarikan olahraga atau permainan tradisional, khususnya permainan tradisional  di Indonesia yang hampir punah.

    “Yang penting olahraga yang bisa menggerakkan masyarakat supaya bergerak, orientasinya tetap untuk kesehatan,” kata Aher usai bertemu dengan jajaran Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Provinsi Jawa Barat di Ruang Manglayang, Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Rabu, 5 Oktober 2016.

    Melalui Forum ini, Aher berharap  bisa membudayakan dan mengembangkan olahraga rekreasi.  "Kayak Benjang kalau tidak dibudayakan akan mati,” ujar Aher.

    Secara resmi, Tafisa akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 8 Oktober 2016. Ketua Umum Formi Jawa Barat Sahlan Idris menyatakan bahwa kontingen Jawa Barat  siap  mengikuti kegiatan ini. “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” tutur Sahlan.

    Atlet Jawa Barat akan berlaga di 14 kegiatan, di antaranya International TSG Festival, olahraga tradisional (egrang, hadang, gadongan), liong dan barongsay, BMX, cheerleader, air soft gun, sajojo dan jumba, taiji cigong, senam porpi, senam tera, line dance, marathon aerobic, benjang, dan poco-poco Nusantara.

    Selain itu, kontingen Jawa Barat juga akan menggelar berbagai stand pameran, seperti stand pameran untuk kerajinan tangan atau handycraft dan kuliner khas Jawa Barat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.