Menangkan Agus-Sylvi, Muhaimin: PKB Pakai Suara Orang Madura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beserta jajaran partai memberikan keterangan kepada media usai melaksanakan rapat konsolidasi di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, 23 September 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beserta jajaran partai memberikan keterangan kepada media usai melaksanakan rapat konsolidasi di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, 23 September 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan PKB akan menggunakan “SARA” untuk memenangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

    Namun “SARA” yang dimaksudkan Muhaimin bukan dengan menyerang lawan politik lewat isu suku, agama, ras dan antargolongan. "SARA ini, ‘suara orang Madura’," katanya dalam acara “Mujahadah dan Doa untuk Bangsa” di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2016.

    PKB juga dikenal memiliki basis suara yang kuat di Provinsi Jawa Timur.

    Adapun di DKI Jakarta, Muhaimin berujar gudang suara PKB ada di Kotamadya Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Menurut dia, di Jakarta Utara banyak suara orang keturunan Madura. "Mana Madura? KTP-nya sini semua, kan?" kata Muhaimin diikuti gelak tawa jemaah.

    Selain itu, Muhaimin mempelesetkan arti tiap huruf dalam kata “SARA”. Menurut dia, “S” berarti semua suku dukung Agus, “A” semua agama dukung Agus, begitu juga huruf “R” dan “A”. "Semua ras dan antargolongan dukung Agus," tuturnya.

    Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini juga mengabsen kadernya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Makassar, Tegal, Medan, daerah mana saja asal KTP-nya sini (Jakarta) dukung Agus," ucapnya. "Kita tidak boleh menyerang SARA, tapi kita menang karena kaum 'SARA’."

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.