Hadir di Hari Jadi Pertambangan, Archandra akan Kembali?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Menteri ESDM Luhut B Panjaitan bersama mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan Arcandra Tahar berfoto bersama karyawan ESDM saat peringatan Hari Jadi ke-71 Pertambangan dan Energi di Plaza Kementerian ESDM, Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Plt Menteri ESDM Luhut B Panjaitan bersama mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan Arcandra Tahar berfoto bersama karyawan ESDM saat peringatan Hari Jadi ke-71 Pertambangan dan Energi di Plaza Kementerian ESDM, Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, hadir dalam upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi. Ia terlihat mengenakan batik dan celana hitam.

    Apakah kehadirannya karena ia akan kembali dipilih Presiden menjadi menteri? "Ya, kita tidak boleh dendam, kalau berkualitas akan jadi pertimbangan," ujar Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi pertanyaan seputar kehadiran Arcandra dalam acara itu, Selasa, 4 Oktober 2016 di Kementrian ESDM, Jakarta Pusat.

    Arcandra, mantan Menteri ESDM yang dicopot jabatannya pada 15 Agustus 2016 lalu, terlihat penuh senyum saat ditanyai para wartawan seputar kehadirannya dalam upacara hari jadi pertambangan dan energi.

    Arcandra dicopot karena mempunyai dua kewarganegaraan, yaitu Indonesia dan Amerika Serikat. Setelah dicopot, ia melepas kewarganegaraan Amerikanya, dan oleh Pemerintah dinyatakan berhak menyandang WNI.

    Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya akan segera pergi ke Jepang untuk membicarakan sejumlah hal. Salah satu yang dibawa adalah isu tentang Blok Masela, dan Luhut akan mengajak mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam kunjungannya.

    "Saya ajak Pak Arcandra, beliau ahlinya, untuk nantinya langsung menjelaskan," kata Luhut.

    Baca: Ini Alasan Luhut Ajak Arcandra

    Sebelumnya, sempat muncul kabar Arcandra akan kembali dipilih Presiden Joko Widodo menjadi Menteri ESDM.

    Baca: Ini Sikap Istana Soal Arcandra

    Kurnia Rizki | Diko | YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.