Dirut Bulog: Saya Diperkenalkan ke Memi oleh Irman Gusman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor dan gudang  milik tersangka Xaveriandy Sitanto yang terletak di Jalan Bypass Kilometer 22 Kota Padang, Sumatera  Barat, Ahad 18 September 2016. Xaveriandy merupakan Direktur Utama CV SB yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPD RI Irman Gusman atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. ANDRI EL FARUQI

    Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor dan gudang milik tersangka Xaveriandy Sitanto yang terletak di Jalan Bypass Kilometer 22 Kota Padang, Sumatera Barat, Ahad 18 September 2016. Xaveriandy merupakan Direktur Utama CV SB yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPD RI Irman Gusman atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. ANDRI EL FARUQI

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti tidak membantah telah ditelepon oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) nonaktif, Irman Gusman, terkait dengan urusan kuota gula. Djarot sudah pernah diperiksa KPK pada 29 September 2016 lalu perihal kasus dugaan suap kuota gula.

    Menurut Djarot, dalam percakapan melalui telepon setelah 7 Juli lalu, dia diperkenalkan oleh Irman kepada Memi. "Pak Irman bilang dia ada kenalan yang bisa dipercaya, namanya Memi," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Tim Pengkajian DPR, di Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016.

    Memi yang dimaksud Irman ialah istri Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, yang menjadi tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain menangkap Memi, KPK mencokok Irman dan Xaveriandy pada 17 September 2016.

    Baca: Nikahan Asty Ananta Ditentang, Beda Agama atau Membangkang?

    Ketiganya ditangkap karena Irman diduga menerima duit Rp 100 juta dari Xaveriandy. KPK menduga uang itu merupakan hadiah dari Xaveriandy kepada Irman atas pengaruh senator dari Sumatera Barat, itu karena berhasil mendapatkan tambahan kuota gula. Ketiganya pun telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap penambahan kuota gula.

    Namun, Djarot menampik Bulog memberikan kuota tambahan ke perusahaan Xaveriandy karena pengaruh Irman. Menurut dia, pada 30 Juni lalu, sebelum ditelepon Irman, CV Semesta Berjaya sudah mengajukan permohonan pembelian gula dari Bulog. "Tak ada rekomendasi yang mengikat dari Pak Irman kepada kami," kata Djarot.

    Simak: Ahok Kalah, MA Kabulkan Kasasi Pedagang Thamrin City

    Setelah mendapat telepon dan surat permohonan dari CV Semesta, Djarot pun menghubungi Memi. Dia mengklaim melakukan itu karena ingin membuktikan, Memi merupakan teman Irman dan termasuk pengusaha baru dalam dunia impor gula.

    Penelusuran itu pun berbuah hasil. Menurut Djarot, dia mengetahui Memi merupakan pengusaha bahan pangan pokok dan salah satu importir gula besar di Sumatera Barat. "Penelusuran bukan tindak lanjut telepon dari Irman," ujarnya. "Saya tidak pernah bertemu Memi."

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.