Minggu, 15 September 2019

Pendaki Asal Jakarta Meninggal di Gunung Semeru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi pencarian terhadap Lionel Du Creaux di kawasan Semeru, 11 Juni 2016. Tempo/David Priyasidharta

    Operasi pencarian terhadap Lionel Du Creaux di kawasan Semeru, 11 Juni 2016. Tempo/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Malang - Chandra Hasan, pendaki gunung dari Cakung, Jakarta Timur, meninggal di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Senin petang, 3 Oktober 2016.

    Pria 33 tahun tersebut diduga sakit saat perjalanan menuju puncak tanah tertinggi di Pulau Jawa. Polisi Hutan Balai Besar Semeru, Joko Puruwito, mengatakan jenazah Chandra masih divisum di Rumah sakit Umum Daerah Lumajang. "Penyebab pastinya belum diketahui, tapi diduga dia meninggal karena kecapekan atau sakit," kataya hari ini, 4 Oktober 2016.

    Joko pun menjelaskan kronologi pendakian Chandra. Menurut dia, Chandra bersama tiga rekannya tiba di pos perizinan dan pengecekan pengujung di kantor Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Senin lalu, sekitar pukul 10.30 WIB.

    BacaAhok Berpotensi Kalah di Pilgub DKI Jakarta, Ini Analisis LSI

    Tiga jam seusai pendaftaran, briefing, serta rehat, rombongan Chandra bergerak menuju puncak Gunung Semeru yang biasa disebut Puncak Abadi Para Dewa. Namun, baru mendaki tiga kilometer, Chandra pingsan karena capek di daerah Landengan Dowo.

    Dua teman Chandra langsung turun ke pos pendaftaran untuk meminta pertolongan. Tim Sahabat Volunteer Semeru (Saver), pun tiba sekitar pukul 17.10 dan langsung mengevakuasi Chandra ke Ranupani. Namun, dalam perjalanan, Chandra meninggal.

    Kematian Chandra merupakan peristiwa meninggal kedua di Semeru sepanjang 2016. Selain Chandra, pendaki asal Pekalongan, Jawa Tengah, Ziman Arofik, meninggal karena sakit pada 13 September lalu.

    SimakDiduga Sakit Jiwa, Ibu Pemutilasi Anak Tak Mengaku Membunuh

    Selain dua peristiwa kematian, ada kejadian pendaki gunung yang hilang. Pendaki asal Swiss, Lionel du Creux, belum ditemukan setelah dilaporkan hilang pada 7 Juni lalu. Saat itu, Lionel mendaki bersama teman perempuannya yang berkewarganegaraan Prancis, Alice Guignard.

    Berbeda dengan Lionel, dua pendaki asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berhasil ditemukan setelah dilaporkan hilang selama lima hari. Mereka adalah Zirli Gita Ayu Safitri, 17 tahun, dan Supyadi, 27 tahun, yang ditemukan dalam kondisi sangat lemas.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.