Kasus Dimas Kanjeng, Polisi Periksa Marwah Daud?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Marwah Daud. TEMPO, Youtube

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Marwah Daud. TEMPO, Youtube

    TEMPO.COSurabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan penyidik tidak menutup kemungkinan akan memeriksa Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Marwah Daud Ibrahim dalam kasus penipuan uang berkedok penggandaan uang.

    "Apabila dalam pemeriksaan saksi-saksi mengarah ke sana, ya kami akan panggil," kata Argo sesaat setelah tiba di Mapolda Jawa Timur seusai mengikuti rekonstruksi di Probolinggo, Senin malam, 3 Oktober 2016.

    Menurut dia, pemeriksaan terhadap Marwah Daud Ibrahim bergantung pada pengembangan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain. Sejauh ini penyidik baru memeriksa enam saksi dan tiga pelapor. "Kami step by step dalam melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kasus ini," kata Argo.

    Baca: Jalani Reka Ulang, Begini Ekspresi Dimas Kanjeng

    Nama Marwah Daud Ibrahim, selaku ketua yayasan, belakangan mencuat dan dikaitkan dengan Dimas Kanjeng karena dalam beberapa kesempatan membela habis-habisan Dimas Kanjeng. Politikus Partai Gerindra ini mengaku pernah melihat karomah Taat yang mampu mengeluarkan duit dari bagian tubuhnya.

    Marwah bahkan mencontohkan mukjizat para nabi, seperti Nabi Sulaiman, yang bisa memerintah jin memindahkan kerajaan. Begitu juga dengan kemampuan teknologi manusia membuat pesawat terbang. “Dulu orang tidak percaya besi bisa terbang, sekarang ada pesawat yang bisa terbang."

    Sebelumnya, bekas pengikut Taat Pribadi, yang juga korban penipuan penggandaan uang, mengungkap jika orang kepercayaan Taat, Ismail Hidayah, pernah menaruh koper berisi uang asli miliaran rupiah di teras rumah Marwah. Dua koper uang itu ditaruh di sana sembunyi-sembunyi.

    Baca: Polisi Selidiki Kematian Tak Wajar Korban Penipuan Dimas Kanjeng

    Aksi itu seakan-akan muncul tiba-tiba atas kemampuan Taat memindahkan atau memunculkan uang atau barang. “Ismail Hidayah pernah bercerita kepada saya, sebenarnya dia yang menaruh di rumah Bu Marwah,” kata korban yang juga teman dekat Ismail, Mohamad Abdul Junaidi.

    Tujuannya, kata Junaidi menirukan Ismail, untuk meyakinkan Marwah Daud bahwa Taat memang memiliki kemampuan memindahkan barang, termasuk uang atas perantara jin. “Dalam kepercayaan kami, jin memang bisa melakukannya, tapi ini bukan jin, Ismail yang menaruhnya,” ujar Junaidi.

    NUR HADI

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham? Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.