Rekonstruksi Tak Temukan Bungker Uang Dimas Kanjeng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas saat rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. Rekonstruksi yang menghadirkan Kanjeng Dimas dan sejumlah tersangka lain tersebut dilakukan untuk pengembangan pengusutan kasus pembunuhan Abdul Gani. ANTARA FOTO

    Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas saat rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. Rekonstruksi yang menghadirkan Kanjeng Dimas dan sejumlah tersangka lain tersebut dilakukan untuk pengembangan pengusutan kasus pembunuhan Abdul Gani. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak menemukan bunker penyimpanan uang dalam penggeledahan yang dilakukan saat rekonstruksi pembunuhan dua pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Padepokan Dimas Kanjeng. Penyidik hanya menemukan kuitansi bukti pembayaran mahar dan uang jutaan rupiah pecahan Rp 100 ribu.

    "Dari informasi masyarakat sebelumnya, penggeledahan tadi kami tidak menemukan bungker," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, sesaat setelah tiba di Mapolda Jawa Timur usai mengikuti rekonstruksi di Probolinggo, Senin, 3 Oktober 2016, malam.

    Barang bukti kuitansi yang berhasil ditemukan penyidik cukup banyak, yakni dengan nilai nominal mulai dari puluhan sampai ratusan juta rupiah. Ada pun uang yang ditemukan hanya sebanyak 33 lembar pecahan Rp 100 ribu. "Itu hanya sisa-sisa uang yang terselip di rumah istri Dimas Kanjeng," kata Argo.

    Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menyita kuitansi bukti pembayaran uang sebagai "mahar" proses penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kuitansi tersebut akan menjadi bukti penting adanya mahar uang yang diberikan langsung oleh pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi maupun melalui pengurus padepokan.

    Baca: Kuitansi Mahar Tuntun Polisi Bongkar Skandal Dimas Kanjeng

    Dari 74 adegan rekonstruksi pembunuhan Abdul Gani, diketahui Gani dibunuh di asrama putra Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di perbatasan Desa Wangkal dan Gadingwetan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mayat Gani dibuang di Wonogiri, Jawa Tengah pada April 2016.

    Dari penangkapan para tersangka pembunuhan Gani terungkap bahwa mereka juga diduga membunuh Ismail Hidayah. Ismail dibunuh terlebih dulu di luar padepokan dan mayatnya ditemukan di Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Februari 2015. Saat itu identitas Ismail belum diketahui karena wajahnya rusak dan tidak ditemukan kartu identitas.

    Polisi membongkar makam Ismail di Probolinggo untuk dites DNA pada Juni 2016 dan DNA Ismail cocok dengan sampel DNA istri dan anaknya.

    Baca: Adegan Kematian Korban Dimas Kanjeng: Dijerat, Dibekap, dan...

    Ismail merupakan satu dari orang yang dianggap mengetahui keberadaan ruang penyimpanan uang milik Dimas Kanjeng. Seorang bekas pengikut padepokan Dimas Kanjeng, Muhammad Abdul Junaidi mengaku pernah diajak Ismail datang ke tiga rumah tempat Dimas Kanjeng menyimpang uang.

    Semula sempat beredar tempat penyimpanan uang Dimas Kanjeng berupa bungker bawah tanah. Namun, Abdul Junaidi memastikan tempat penyimpanan uang itu berupa ruangan biasa di sejumlah lokasi yang dirahasiakan.

    Baca: Ada Bungker di Rumah Mewah Dimas Kanjeng, Ini Fungsinya

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.