Begini Cara Membawa Uang Tunai supaya Aman

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketidaktahuan atas ketentuan yang berlaku dijadikan alasan menolak pemeriksaan Bea Cukai.

    Ketidaktahuan atas ketentuan yang berlaku dijadikan alasan menolak pemeriksaan Bea Cukai.

    INFO NASIONAL - Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta kerap kali menegah pembawa uang tunai ke dalam atau luar negeri dengan jumlah melebihi ketentuan. Alhasil, sepanjang periode Januari-September 2016, petugas Bea Cukai bandara pun telah menindak 22 kasus itu dengan total nilai uang tunai Rp 14 miliar.

    Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Erwin Situmorang, penindakan dilakukan karena pelaku umumnya tidak melapor dan kurang kooperatif saat dimintai keterangan. “Mereka pun enggan dikenakan sanksi atas kesalahan tersebut, dengan alasan tak tahu aturan tentang pembawaan uang tunai,” katanya, Senin, 3 Oktober 2016.

    Sebelumnya, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Robert Leonard Marbun menjelaskan, aksi penegahan yang dilakukan Bea Cukai terhadap pembawaan uang tunai diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    “Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang membawa uang tunai dalam mata uang rupiah atau mata uang asing, instrumen pembayaran lain, seperti cek, surat sanggup bayar, dan bilyet giro, paling sedikit Rp 100 juta atau nilai yang setara, wajib diberitahukan kepada petugas Bea Cukai,” ujar Robert, Kamis lalu, 29 September 2016.

    Dia menambahkan, guna menjaga dan memelihara kestabilan nilai tukar, pengawasan lalu lintas uang, dan pencegahan peredaran uang palsu, Gubernur Bank Indonesia juga mengatur persyaratan dan tata cara pembawaan uang rupiah yang keluar dan masuk wilayah kepabeanan Indonesia. Adapun ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Bank Indonesia Nomor 4/8/PBI/2002.

    Dalam ketentuan itu disebutkan, bagi orang yang membawa uang tunai Rp 100 juta atau lebih ke luar negeri, wajib melampirkan izin dari Bank Indonesia. Sedangkan bagi yang membawa ke dalam negeri dengan nominal yang sama, hanya akan diperiksa keasliannya oleh petugas Bea Cukai.

    “Bagi orang yang tidak memberitahukan pembawaan uang tunai atau instrumen pembayaran lain, akan dikenai sanksi administratif berupa denda 10 persen dari jumlah maksimal Rp 300 juta,” kata Robert. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.