Minggu, 22 September 2019

Jurnalis Net TV Dianiaya, Dewan Pers: Anggota TNI Tidak Siap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yosep Stanley Adi Setyo dari Dewan Pers, memberikan pemaparan dalam acara diskusi ruang tengah yang membahas

    Yosep Stanley Adi Setyo dari Dewan Pers, memberikan pemaparan dalam acara diskusi ruang tengah yang membahas "Etika di Belakang Kamera : Benarkah Cover Majalah Tempo Melanggar Kode Etik" di kantor TEMPO, Jakarta, 21 Januari 2016. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, menilai kasus dugaan wartawan Net TV, Soni Misdananto, oleh anggota Batalion Infanteri Lintas Udara 501 Bajra Yudha Madiun merupakan bentuk ketidaksiapan anggota Tentara Nasional Indonesia. "Ada (anggota) yang pikir itu wilayah dia," ucap Yosep di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2016.

    Padahal, Yosep melanjutkan, lokasi peliputan Soni merupakan daerah sipil yang jauh dari wewenang militer. Pada Ahad malam, 2 Oktober lalu, Soni diduga dipukuli anggota TNI saat meliput kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate dan warga di Kecamatan Taman, Madiun.

    Apalagi, ucap Yosep, keberadaan anggota Batalion Infanteri 501/Bajra Yudha pada saat kejadian adalah untuk mendukung dan membantu pengamanan pihak kepolisian. Ahad lalu merupakan peringatan tahun baru Islam, 1 Muharam 1438 Hijriah. "Daerah itu tidak ada kaitannya dengan pangkalan militer," ujarnya.

    Terkait dengan dugaan penganiayaan ini, Yosep meminta petinggi TNI Angkatan Darat memproses anggota yang diduga menganiaya Soni dan tidak melakukan intimidasi kepada wartawan asal Ponorogo tersebut. "Tempat kos Soni sampai rumah orang tuanya di Ponorogo ramai didatangi anggota TNI," ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) perwakilan Dewan Pers Suwarjono.

    Selain mengutuk intimidasi tersebut, Suwarjono mengatakan pemeriksaan Soni di Detasemen Polisi Militer (Den POM) Madiun V/1 tidak wajar. Soni, kata dia, diperiksa tanpa pendampingan dari tim advokasi maupun keluarga sejak pukul 22.00 WIB, Ahad malam. Pemeriksaan masih berjalan sampai saat berita ini ditulis. "Ini intimidasi. Kami tak tahu alasan pemeriksaan panjang ini."

    Dia pun sempat menceritakan kembali pernyataan Soni, yang mengaku dipukul saat sedang mendokumentasikan kecelakaan anggota perguruan PSHT. Setelah dipukul dan ditendang, Soni sempat dibawa ke pos pengamanan perayaan 1 Suro di tepi jalan raya. Saat itu, kartu pers dan KTP Soni diperiksa. Alat dokumentasi yang dibawanya pun dirusak.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.