Minggu, 22 September 2019

Menteri Tjahjo Sebut Ada Upaya Menghilangkan Pancasila  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kementeriannya pada Senin, 3 Oktober 2016. Tjahjo mengatakan masih ada upaya dari kelompok tertentu yang berusaha menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

    "Sekarang masih ada kelompok, organisasi, agitasi pemimpin yang terang-terangan menolak Pancasila," kata Tjahjo saat memberi amanat dalam upacara tersebut. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu menentukan sikap untuk melawan pihak yang mencoba mengganti Pancasila.

    Tjahjo mengatakan posisi Pancasila masih rentan. Ia berkaca pada sejarah Tragedi 1 Oktober 1965 sehingga harus dibuat Keputusan Presiden tentang Hari Lahir Pancasila. "Bangsa ini masih rentan dengan pengkhianatan dari dalam dan luar negeri untuk memecah belah," kata dia.

    Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dimulai pukul 08.00 dan diiringi dengan pengibaran bendera merah putih. Tjahjo pun memimpin upacara mengheningkan cipta peserta upacara yang berasal dari internal kementerian dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

    Tjahjo menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara yang merdeka, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. "Sila-sila dalam Pancasila, kalau kita menghayati Pancasila dengan baik, saya yakin kita mampu terus mengawal membangun kebersamaan, kegotong-royongan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Tjahjo.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe