Diduga Murid Dimas Kanjeng, Wanita Ini Buka Cabang di Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah dan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. TEMPO/Ishomuddin

    Rumah dan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Denpasar - Heboh padepokan penggandaan uang pimpinan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur, rupanya merembet sampai ke Pulau Dewata.

    Seorang wanita yang diduga murid Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuka praktik serupa di Pering, Gianyar, Bali. NL, perempuan yang dicurigai itu, menyewa rumah Made Dharma di Gianyar.  "Setiap saya tagih biaya sewa selalu dibilang uangnya sedang diusahakan, " kata Made Dharma pada Sabtu lalu, 1 Oktober 2016.


    Baca juga:

    Dimas Kanjeng Blakblakan ke Anggota DPR, Polisi: Bullshit!
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng

    Made Dharma menerangkan, ketika itu dia sudah mendapat informasi dari warga sekitar rumah yang disewakan bahwa NL membuka praktik penggandaan uang. Dia lantas mengajak rekannya, seorang penekun spiritual.

    Ketika rumah dibuka, Made Dharma menjelaskan, di dalamnya ditemukan Akta Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan stiker Dimas Kanjeng. Ada juga kotak-kotak yang diduga menjadi alat penggandaan uang.

    "Waktu orangnya (NL) masih ada, memang banyak orang yang berseliweran ke rumah itu," ucap Giriyasa, tetangga rumah sewaan yang ditempati NL.

    Baca
    Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya
    7 Kesamaan Gatot & Dimas Kanjeng: Modus hingga Soal Seks!

    Lantaran jengkel, Made Dharma mengusir NL yang belum membayar sewa 6 bulan. Padahal, biaya sewa rumah per bulan Rp 2,5 juta. Made Dharma tak menerangkan, kapan dia mengusir NL.

    Kini, tak diketahui di mana NL berada. Famili NL, Gung Wah, mengatakan bahwa dia pernah diajak oleh NL ke Probolinggo. "Saya di sana cuma jalan jalan, terus pulang, " ujarnya lalu menutup teleponnya. Namun, Gung Wah mengaku tak diajak ke padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.  

    Selanjutnya: Taat Pribadi semula...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.