Jadi Bos Yayasan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Diincar Polisi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marwah Daud Ibrahim. TEMPO/Amston Probel

    Marwah Daud Ibrahim. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.COJakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan penyidik kepolisian masih mendalami dugaan kasus penipuan dengan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Menurut dia, polisi akan meminta banyak keterangan dari berbagai pihak terkait dengan kasus ini.

    "Semakin banyak yang dimintai keterangan, maka semakin komprehensif,” kata Agus saat dihubungi Tempo, Ahad, 2 Oktober 2016. Kala disinggung apa polisi akan memeriksa Marwah Daud Ibrahim, Agus menjawab diplomatis. “Penyidik sedang melihat siapa saja yang diperlukan dan dimintai keterangan."

    Baca: Kematian Korban Dimas Kanjeng Direka Ulang, Apa Kata Polisi?

    Agus mengatakan dia belum mendapat informasi detail mengenai rencana kerja para penyidik, termasuk siapa saja yang akan diperiksa terkait dengan dugaan penipuan bermodus penggandaan uang ini. “Sementara ini, kan, baru ada beberapa pelapor yang dirugikan terkait dengan sangkaan itu (penipuan),” tuturnya.

    Nama Marwah Daud Ibrahim belakangan mencuat dan dikaitkan dengan Dimas Kanjeng karena sikapnya yang membela habis-habisan. Marwah adalah Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Politikus Partai Gerindra ini mengaku pernah melihat karomah Taat, yang mampu mengeluarkan duit dari bagian tubuhnya.

    Baca: Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya

    Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka kasus penipuan pada Jumat lalu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik telah melakukan gelar perkara dan, berdasarkan alat bukti serta keterangan saksi pelapor, Taat layak ditetapkan sebagai tersangka.

    Bukan hanya dugaan penipuan, Taat juga menjadi tersangka kasus pembunuhan dua muridnya, yakni Ismail Hidayah dan Abdul Gani. Taat diduga menjadi dalang pembunuhan kedua bekas pengikutnya itu karena dia khawatir muridnya tersebut akan membuka praktek kebohongannya kepada kepolisian.

    AHMAD FAIZ

    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.