Minggu, 22 September 2019

Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    TEMPO.CO, Probolinggo - Bekas pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengungkap adanya dugaan ruang rahasia lainnya yang digunakan untuk menyimpan uang asli milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Selama ini polisi hanya menyebut ruang rahasia tempat penyimpanan uang di rumah Taat di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

    "Masih ada lagi tiga lokasi rahasia tempat penyimpanan uang yang belum diberi garis polisi," kata Mohammad Abdul Junaidi saat melapor dan memberi keterangan di Kepolisian Resor Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu malam sampai Ahad dini hari, 1-2 Oktober 2016. Ruang tersebut bukan bungker di bawah tanah seperti kabar yang selama ini beredar, tapi ruangan di dalam rumah.

    Baca: 7 Kesamaan Gatot & Dimas Kanjeng: Modus hingga Soal Seks!

    Junaidi mengaku pernah datang ke tiga rumah tempat penympanan uang tersebut. “Saya pernah diajak Ismail Hidayah ke tiga rumah tersebut untuk menaruh uang tapi saya menunggu di luar," katanya. Ismail adalah orang kepercayaan Taat Pribadi, yang diduga tewas di tangan komplotan Dimas Kanjeng. Uang yang disimpan dalam ruang rahasia tersebut, menurut Junaidi, asli.

    "Uang itu asli setoran dari para santri termasuk para pejabat dan politisi yang tertarik penggandaan uang,” uajr Junaid. Junaidi berani bersumpah atas keterangannya. “Saya bawa Al-Qur’an dan siap disumpah,” ujarnya. Junaidi adalah teman akrab Ismail Hidayah. "Sejak remaja saya berteman baik dengan almarhum (Ismail) dan pernah kuliah bareng di Situbondo,” ucap Junaidi.

    Baca: Dimas Kanjeng Blakblakan ke Anggota DPR, Polisi: Bullshit!

    Selain memberi keterangan, Junaidi juga membawa sejumlah barang dan peralatan yang digunakan untuk ritual penggandaan uang. Junaidi bergabung menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi atas ajakan Ismail Hidayah sejak 2011. Junaidi mengklaim dia sudah menyetor mahar Rp 202 juta namun penggandaan yang dijanjikan oleh Dimas Kanjeng tak juga terwujud hingga kini.

    Junaidi mengaku sering diajak oleh Ismail menyimpan uang asli setoran dari para "santri" yang berasal dari berbagai kalangan ke ruang penyimpanan uang. Ismail salah satu orang kepercayaan Taat yang akhirnya dibunuh. Ismail diduga akan membongkar rahasia penipudan yang dilakukan Taat Pribadi. Selain dijerat pasla pasal pembunuhan berencana, Dimas Kanjeng juga tersangka kasus penipuan.

    ISHOMUDDIN

    Baca juga:

    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe