Dimas Kanjeng Blakblakan ke Anggota DPR, Polisi: Bullshit!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ishomuddin

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ishomuddin

    TEMPO.CO, Surabaya - Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak percaya dengan keterangan yang disampaikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kepada anggota Komisi Hukum DPR di Mapolda Jawa Timur. "Bullshit itu," kata Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Cecep Ibrahim, kepada Tempo, Ahad, 2 Oktober 2016.

    Ditemui anggota dewan di Mapolda Jawa Timur pada Sabtu petang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengaku telah menyerahkan uang ratusan miliaran rupiah ke sejumlah orang kepercayaannya di Jakarta dan Bangil, Kabupaten Pasuruan. "Kalau memang benar di mana alamatnya," ujar dia.

    Baca: Bukan Jin Iprit, Jubah Ini Bongkar Rahasia Dimas Kanjeng

    Menurut Cecep, selama pemeriksaan oleh penyidik, Dimas Kanjeng tidak pernah menyebutkan alamat dan keterangannya selalu berubah-ubah. "Pernah bilang di Jakarta, lain hari bilang di Gunung Lawu. Jadi keterangan kepada wakil anggota dewan tadi malam hanya omong kosong," ujarnya.

    Penyidik, kata Cecep, masih terus menelusuri asal-usul uang, di mana uang itu disimpan, digunakan untuk apa, dan siapa saja yang menerima. "Saat ini kami masih dalami melalui saksi-saksi dan pelapor," ujarnya. Cecep menyebut sejauh ini saksi yang sudah diperiksa ada enam orang. Adapun pelapor sebanyak tiga orang.

    Baca: Marwah Daud Bela Habis Dimas Kanjeng, Ini Reaksi ICMI

    Komisi Hukum Dewan DPR mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo, Sabtu pagi. Setelah mendatangi padepokan, anggota dewan berjumlah sembilan orang itu menemui Dimas Kanjeng di Mapolda Jawa Timur.

    Polisi menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya di Probolinggo pada 22 September 2016. Penangkapan itu terkait kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya, Abdul Ghani dan Ismail Hidayah. Selain pembunuhan, Taat terjerat kasus penipuan. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka untuk kedua kasus itu.

    NUR HADI

    Baca Juga
    Alasan Agama, Penumpang United Airlines Diminta Ganti Kursi
    Agus Yudhoyono ke Car Free Day, Warga Jakarta Rebutan Selfie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.