Hestya, Menantu Ali Moertopo, Meninggal karena Kanker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Hestya Himawati, menantu dari Ali Moertopo, di rumah di Jalan Matraman Raya nomor 18, Sabtu, 1 Oktober 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Bunga ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Hestya Himawati, menantu dari Ali Moertopo, di rumah di Jalan Matraman Raya nomor 18, Sabtu, 1 Oktober 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menantu mantan Menteri Penerangan Indonesia Ali Moertopo, Hestya Himawati, meninggal pada Jumat, 30 September 2016. Jenazah istri dari Lucky Ali Moerfiqin, anak kedua Ali Moertopo, ini dimakamkan di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, hari ini, Sabtu, 1 Oktober 2016.

    Hesty meninggal karena penyakit kanker payudara. "Ibu meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pukul 16.20 WIB", kata Dimas Satrio Putra, anak Hesty dan Lucky, saat ditemui di kediamannya, di Jalan Matraman Raya nomor 18, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Oktober 2016.

    Menurut Sekretaris pribadi Lucky, Yenita Roza, selama hidupnya, Hesty aktif di lembaga-lembaga sosial, seperti Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG). Lucky diketahui merupakan pengurus aktif di Dewan Pimpinan Pusat Golkar, dan menjabat sebagai Bendahara Umum. Lucky juga tercatat sebagai Anggota Board of Directors CSIS Foundation.

    Dari pantauan Tempo, ucapan bela sungkawa terpasang di rumah pinggir Jalan Matraman Raya, itu. Beberapa datang dari pejabat seperti mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono, serta dari ikatan alumni Teknik Geologi Universitas Indonesia, tempat Lucky kuliah.

    Yenita mengatakan, banyak pelayat hadir kemarin dan hari ini. Mulai dari para petinggi Partai Golkar, seperti Akbar Tandjung dan Agum Gumelar, hingga pebisins Sofjan Wanandi.

    Mertua Hesty, mendiang Letnan Jenderal Purnawirawan Ali Moertopo, dikenal sebagai tokoh intelejen Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada kurun waktu 1978-1983 serta Deputi Kepala dan Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara pada tahun 1969 hingga 1978 di era Presiden Soeharto.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe