Pengamat LIPI: Calon Inkumben Diuntungkan, Ini Analisisnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Bawaslu Nasrullah (kiri) bersama Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto (kanan), mengikuti diskusi dengan calon tunggal Kepala Daerah, di Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jakarta, 7 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Komisioner Bawaslu Nasrullah (kiri) bersama Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto (kanan), mengikuti diskusi dengan calon tunggal Kepala Daerah, di Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jakarta, 7 Agustus 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Peneliti bidang politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan, dalam pemilihan kepala daerah, posisi calon inkumben tentu memiliki keuntungan lebih ketimbang calon lain. Pasalnya, mereka sudah mengeksekusi beberapa program dan sudah dikenal masyarakat.

    Terkadang, kata Siti, saking kuat dan hebatnya inkumben, itu bisa menyebabkan munculnya calon tunggal dalam pilkada. "Mengapa muncul calon tunggal pada pilkada serentak 2015, karena inkumben itu luar biasa," katanya dalam diskusi publik di Cikini, Jakarta, Sabtu, 1 Oktober 2016.

    Siti menuturkan sejatinya pilkada serentak diharapkan memunculkan figur-figur baru yang lugas dan berani dalam memimpin daerahnya, termasuk dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur DKI 2017. Selain itu, integritas harus dimiliki sosok-sosok calon pemimpin ini. "Kita ingin calon kepala daerah tidak bolak-balik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan Tipikor. Kita harapkan ada syarat integritas yang tidak basa basi," katanya.

    Baca :
    Masinton: Percuma Kalau Komunikasi Politik Ahok-Djarot Buruk
    Punya Strategi Jitu, Ini Cara Anies Kampanye Pilkada DKI

    Di samping sifat wajib pribadi, Siti menambahkan, pemimpin yang baik harus punya hubungan yang baik dengan semua pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dengan demikian, kata dia, kinerja bisa lebih efektif. 

    "Seharusnya setiap politikus, ketika masuk birokrasi, politiknya harus end dan harus menghormati DPRD sebagai mitra warga. Mengelola pemda ini bukan mengelola warisan, melainkan harus institusional," ujarnya.

    Pilkada serentak akan dilaksanakan pada Februari 2017, termasuk DKI Jakarta. Ada tiga calon pasangan yang akan bertarung dalam pilkada DKI, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    INGE KLARA

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.