Minggu, 22 September 2019

Gunakan Dana Pusat, Pembangunan Bendungan Ladongi Dikebut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan), berbincang dengan Menteri Basuki Hadumuljono dan Gubernur Ahmad Heryawan di Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kanan), berbincang dengan Menteri Basuki Hadumuljono dan Gubernur Ahmad Heryawan di Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.COKendari - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, mendukung percepatan pembangunan Bendungan Ladongi, yang merupakan program pemerintah pusat.

    Menurut Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah, di Kendari, Jumat, 30 September 2016, pembangunan Bendungan Ladongi adalah harapan masyarakat sekitar dalam rangka mendukung produksi pangan di daerah itu.

    "Bendungan ini nantinya adalah yang terbesar di Sulawesi Tenggara dan akan menjadi ikon Kolaka Timur dalam pembangunan bidang pertanian," kata Tony.

    Ia mengatakan pembangunan proyek tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui badan usaha milik negara yang telah memenangi tender yang dimulai tahun ini.

    "Pembangunan Bendungan Ladongi akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 907 miliar, yang bersumber dari APBN," ujarnya.

    Menurut dia, ada beberapa fungsi atau keuntungan yang akan diperoleh masyarakat Kolaka Timur dengan kehadiran Bendungan Ladongi, di antaranya digunakan sebagai pengendali banjir dapat mengaliri persawahan masyarakat dan menghasilkan potensi energi listrik.

    "Sebagai daerah otonomi baru, pembangunan Bendungan Ladongi ini sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perekonomian daerah," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe