Minggu, 22 September 2019

Golkar Akan Rombak Pengurus Fraksi di DPR, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan, dalam waktu dekat, partainya akan merombak susunan pengurus fraksi. Perombakan ini dilakukan seiring dengan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa, Mei lalu.

    "Ya, kabarnya dalam waktu dekat, sekadar peremajaan saja," kata Bambang saat ditemui setelah rapat Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 30 September 2016.

    Menurut dia, perombakan itu termasuk pergantian jabatan ketua fraksi dan sekretaris. "(Kalau ketua) mungkin Pak Kahar Muzakir, dia, kan, sekarang Plt," ucap Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa II DPP Partai Golkar ini.

    Setya sendiri telah menyatakan akan mundur sebagai Ketua Fraksi Golkar sesaat setelah mengalahkan Ade Komarudin dalam pemilihan ketua umum di Musyawarah Luar Biasa saat itu. Namun, hingga saat ini, jabatan tersebut masih dia pegang.

    Baca: Setya Novanto Jadi Ketua DPR Lagi? Fraksi Golkar: Terserah

    Bahkan akhir-akhir ini beredar pula rencana pengangkatan kembali Setya sebagai Ketua DPR setelah Majelis Kehormatan Dewan memulihkan nama baiknya atas persidangan dugaan pelanggaran kode etik. Namun pihak Golkar telah membantahnya.

    Plt Ketua Fraksi Kahar Muzakir menuturkan, meski nama Setya telah dipulihkan MKD, belum tentu ia akan menjabat kembali Ketua DPR. Menurut dia, semua keputusan tersebut ada di tangan Setya. "Apakah dia merasa perlu, mengingat kesibukannya sekarang," ucapnya.

    Menurut Kahar, semenjak Setya terpilih menjadi Ketua Umum Golkar, dia sudah tidak ada urusan lagi dengan jabatan Ketua DPR. "Yang dia urus cuma memulihkan namanya," ujarnya.

    AHMAD FAIZ

    Baca juga:
    Skandal Papa Minta Saham, Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!

    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.