Arkeolog Temukan Sisa Permukiman Era Majapahit di Madiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan ekskavasi atau penggalian dan penelitian situs diduga kanal atau saluran air, zaman Majapahit di Dusun Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, melakukan ekskavasi atau penggalian dan penelitian situs diduga kanal atau saluran air, zaman Majapahit di Dusun Nglinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.COMadiun - Sisa-sisa permukiman kuno yang diduga berasal dari era kejayaan Kerajaan Majapahit sekitar abad 13-16 ditemukan di Dusun Ngurawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hal itu sesuai hasil ekskavasi tahap pertama yang dilakukan tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

    "Dari ciri temuan, seperti pecahan gerabah dan keramik, menunjukkan, pada masa lalu, Ngurawan menjadi permukiman penduduk," kata ketua tim ekskavasi, Rita Istari, Jumat, 30 September 2016. 

    Menurut dia, ciri polesan pada serpihan gerabah dan keramik ada dua, yakni halus dan kasar. Tim peneliti menilai warga yang dulunya bermukim di Ngurawan berasal dari kalangan sosial rendah dan kelas tinggi atau priyayi. 

    Selain gerabah, tim peneliti menemukan fondasi bangunan kuno, lingga-yoni, dan sejumlah benda lain di 20 titik yang berpencar. Secara umum, motif barang-barang tersebut mirip dengan yang ditemukan di Situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.  "Tapi ciri Hindu-Buddha tidak menonjol," ujar Rita. 

    Diduga masyarakat Ngurawan telah ada sejak masa Kerajaan Mataram Kuno, Kadiri, Singasari, Majapahit, hingga awal Islam. Apalagi juga ditemukan pecahan keramik yang diduga kuat berasal dari Cina. Hal ini menandakan masuknya saudagar dari Cina ke Ngurawan. 

    Namun belum diketahui jalur perdagangan yang dulu dilewati para saudagar tersebut. "Masih perlu diteliti lebih lanjut. Ekskavasi lanjutan akan kami lakukan tahun depan," tutur Rita. 

    Setelah seluruh tahap penelitian rampung dijalankan, ia berharap Pemerintah Kabupaten Madiun menjadikan Dusun Ngurawan sebagai lokasi wisata budaya. Bukti sejarah peninggalan masa lalu itu, ujar dia, dapat menambah pengetahuan warga yang mengunjungi. 

    Eko Budi Wasito, seorang warga yang melihat temuan kuno di Ngurawan, mengatakan upaya pengungkapan sejarah di lokasi itu dapat menjadi kebanggaan generasi saat ini. "Leluhur kita memiliki kelebihan pada bidang seni dan budaya yang tidak kalah dengan negara-negara lain," ucap guru sosiologi di Madrasah Aliyah Negeri Dolopo itu. 

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.