Minggu, 22 September 2019

Demokrat Calonkan Agus Yudhoyono, Ruhut Menangis: Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. ANTARA

    Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku menangis tatkala Partai Demokrat mengumumkan nama Agus Harimurti Yudhoyono diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, karier Agus di militer bakal lebih mentereng. Apalagi Agus sudah yang berpangkat mayor. "Itu bentuk sayang aku kepada Agus, dan saat pengumuman itu, aku nangis," kata Ruhut saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.

    Ruhut sejak awal telah menegaskan sikap untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama dalam pilkada DKI 2017. Karena itu, dia tidak tahu bagaimana proses Partai Demokrat memunculkan nama Agus. Apalagi dia tak dilibatkan dalam pembahasan di Koalisi Kekeluargaan. "Tapi aku panik saat diputuskan Agus. Aku terkejut-kejut, Bos," kata dia.

    Ruhut membantah isu yang menyebut karier militer Agus bakal mandek karena ada gangguan orang-orang di pemerintahan Joko Widodo. "Siapa yang ganggu, jangan suuzon-lah," katanya.

    Ruhut menganggap Agus sebagai orang yang jenius. Awalnya, ia berharap Agus bakal melanjutkan karier militernya dengan mental TNI dan cendekiawan dengan predikat pendidikannya. Ia pun menyesalkan jalan Agus yang berpaling ke dunia politik. "Kalau dia terpilih, kalau tidak terpilih, bagaimana?" kata dia.

    Sebelumnya, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat mempersilakan Ruhut mengambil sikap tegas untuk mundur atau menempuh jalan lain. Sebab, Ruhut telah menyampaikan dukungannya kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, ketimbang pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat

    Ruhut bergeming. Ia menyatakan tak akan mundur dan akan menjadi bagian dari partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu. Namun, apabila dipecat, ia pun menerima. "Kalau aku dipecat, di dada kiriku akan memasang lambang burung elangnya Pak SBY," kata dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe