Istri Irman Gusman Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman bergegas memasuki kendaraannya dengan menutupi wajahnya saat meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 26 September 2016. Liestyana meminta ijin menjenguk suaminya yang ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Guntur karena menjadi tersangka dugaan penerimaan suap Rp 100 juta kasus pemberian rekomendasi Badan Urusan Logistik agar menambah kuota distribusi gula impor untuk perusahaan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman bergegas memasuki kendaraannya dengan menutupi wajahnya saat meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 26 September 2016. Liestyana meminta ijin menjenguk suaminya yang ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Guntur karena menjadi tersangka dugaan penerimaan suap Rp 100 juta kasus pemberian rekomendasi Badan Urusan Logistik agar menambah kuota distribusi gula impor untuk perusahaan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman, hari ini. Istri bekas Ketua Dewan Perwakilan Daerah ini akan dimintai keterangan terkait dengan peristiwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap suaminya. Namun, hingga sore ini, Liestyana tidak datang ke KPK.

    Juru bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, memastikan istri tersangka suap gula impor tersebut tidak hadir hari ini. Namun, kata dia, Liestyana dibolehkan tidak mengikuti aturan menjadi saksi. "Iya, dia punya hak,” ujarnya di kantornya, Kamis, 29 September 2016.

    Baca: Wapres Jusuf Kalla Jenguk Irman Gusman di Rutan Guntur  

    Yuyuk mengatakan alasan penyidik memanggil Liestyana adalah dia memiliki hubungan dan keterangan yang relevan dalam kasus suap yang menyeret Irman. KPK hari ini juga memanggil Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik Djarot Kusumayakti. Djarot telah datang sekitar pukul 09.45 WIB. Hingga saat ini, bos Bulog itu belum juga keluar dari gedung KPK. 

    Yuyuk mengatakan Djarot diperiksa sebagai saksi atas tersangka suap Irman Gusman. Penyidik KPK memanggil Djarot untuk dimintai keterangan seputar tata niaga gula dan kewenangan-kewenangan Djarot memimpin Bulog. “Kaitannya dengan kasus kuota gula impor,” tutur Yuyuk. Selain Djarot, KPK memeriksa ajudan Irman, Djoki Suprianto.

    Baca: KPK Periksa Dirut Bulog Soal Dugaan Suap Kuota Impor Gula

    Irman ditangkap KPK karena diduga menerima duit Rp 100 juta sebagai hasil suap. Duit yang diterima itu diduga berasal dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto. Mereka diduga bekerja sama untuk mengalihkan jatah gula impor dari DKI ke Sumatera Barat. KPK telah mengantongi sadapan percakapan antara Irman dan Djarot.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Bikin Ahok Kalah 
    Diminta Ibas Mundur, Ruhut: Demokrat Partai Terakhirku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.