Selasa, 17 September 2019

Mahyudin Mengunjungi Sekolah Peraih Juara II LCC

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahyudin berpesan agar pelajar di daerah tidak mudah mau kalah dengan anak-anak dari Jawa, terutama asal Jakarta.

    Mahyudin berpesan agar pelajar di daerah tidak mudah mau kalah dengan anak-anak dari Jawa, terutama asal Jakarta.

    INFO NASIONAL - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar memang telah berakhir. Namun apresiasi dan penghargaan bagi para pemenang masih berlanjut. Seperti yang dialami SMAN 1 Longkali, juara kedua tingkat nasional LCC. Perolehan nilai yang diraih SMAN 1 Longkali hanya selisih dua poin dari juara pertama, yaitu SMA Al Azhar Kota Palu Sulawesi Tengah.

    Wakil Ketua MPR Mahyudin mengunjungi SMAN 1 Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis, 29 September 2016. Saat final LCC, Mahyudin pernah berjanji akan berkunjung ke SMAN 1 Longkali. Dalam kunjungan kerja ini, dia memberikan ceramah motivasi kepada para siswa.

    “Hari ini saya membayar janji. Saya juga mau mengecek pengetahuan tentang Empat Pilar siswa yang bukan peserta LCC,” katanya.

    Dalam sosialisasi yang disampaikan Mahyudin, dia berbagi cerita kanak-kanak hingga menempuh pendidikan tinggi. Semua dilalui dengan keprihatinan, hingga kemudian lulus sekolah dan bekerja sebagai kontraktor. Dari perjalanannya itu, dia mengenal dunia politik.

    Karier politik Mahyudin menanjak dengan menduduki jabatan publik sebagai bupati, kemudian anggota DPR pusat, dan akhirnya menduduki posisi Wakil Ketua MPR pada 2014.

    “Dalam sejarah Indonesia belum ada orang Kalimantan Timur yang menjadi Wakil Ketua MPR. Saya yang pertama kali. Untuk menjadi wakil ketua tidak mudah. Banyak saingannya,” ujarnya.

    Dari seluruh ceritanya, Mahyudin ingin menyampaikan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Karena itu, dia menyayangkan sampai sekarang belum ada orang Kalimantan Timur yang menjadi menteri. Sebab, jabatan sebagai menteri dilihat dari kemampuan.

    Mahyudin berharap ke depan lebih banyak putra Kalimantan Timur yang dapat bersaing di pentas nasional. Anak-anak dari Kalimantan Timur jangan kalah dengan anak Jawa terutama saat mengikuti persaingan di Jakarta. “Kuncinya adalah kerja keras. Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha dan bekerja,” katanya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.